Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Maritim (Stiamak) Barunawati Surabaya menegaskan penguatan posisinya sebagai perguruan tinggi di bidang logistik maritim melalui inovasi akademik dan kolaborasi dengan industri. Langkah ini menjadi bagian dari milestone pengembangan 2024–2030 dengan target menjadikan kampus tersebut sebagai pusat keunggulan pendidikan logistik maritim di Indonesia.
Ketua Stiamak Barunawati Surabaya, Gugus Wijonarko, mengatakan transformasi institusi dilakukan dengan mengembangkan model pembelajaran inovatif berbasis riset yang terintegrasi dengan karakter institusi. Menurutnya, arah pengembangan itu selaras dengan nilai mandiri, berintegritas, dan kompeten, serta dibarengi upaya meningkatkan produktivitas karya ilmiah, hak kekayaan intelektual (HaKI), dan paten.
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah pemanfaatan teknologi informasi dan simulasi dalam pembelajaran. Melalui hibah iSTOW dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), mahasiswa dibekali kemampuan teknis manajemen operasi kepelabuhanan, khususnya terkait menjaga keseimbangan muatan kapal. Gugus menyebut program tersebut tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa, tetapi juga relevan bagi ship planner dan foreman kapal dalam mendukung keselamatan pelayaran. Ke depan, sinergi dengan ITS disebut akan diperkuat melalui pelatihan profesional iSTOW.
Dari sisi akademik, Stiamak mencatat tren positif dalam publikasi ilmiah. Sepanjang tahun ini, tercatat 1.408 artikel telah dipublikasikan, dengan 12 artikel terindeks Scopus dan dua artikel lainnya masih dalam proses. Gugus juga menyampaikan jumlah sitasi di Google Scholar mencapai 4.625 dan dinilai terus meningkat seiring bertambahnya publikasi bereputasi dari sivitas akademika.
Stiamak turut mengelola dua jurnal ilmiah, salah satunya telah terindeks SINTA, serta satu jurnal pengabdian kepada masyarakat yang masih dalam tahap pengembangan. Pada 2026, institusi ini juga mencatatkan 47 hak cipta dan empat paten sederhana yang didaftarkan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui kerja sama dengan dunia industri. Bersama PT Pelindo dan PT Surya Hedona Lembayung, Stiamak mengembangkan prototipe Talent Nexus yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan pendekatan psikologi untuk mendukung peningkatan performa karyawan. Gugus menyebut kolaborasi tersebut menghasilkan prototipe berbasis artificial intelligence yang ditujukan untuk membantu peningkatan kinerja sumber daya manusia.
Dari sisi kelembagaan, Stiamak menyatakan terus meningkatkan kualitas melalui penguatan sistem penjaminan mutu dan akreditasi. Saat ini, akreditasi institusi dan program studi telah meraih predikat “Baik Sekali”, yang disebut berdampak pada meningkatnya jumlah pendaftar dalam dua tahun terakhir. Namun, Gugus menilai tantangan baru muncul seiring perubahan sistem akreditasi oleh BAN-PT yang kini berbasis sembilan kriteria luaran. Ia mengatakan institusi mendorong program studi meningkatkan capaian akreditasi serta memperkuat kapasitas Satuan Penjaminan Mutu agar tetap kompetitif.
Di tengah perubahan cepat pada industri dan ketenagakerjaan, Gugus menekankan pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia. Ia menyinggung tekanan global, termasuk perlambatan ekspor dan disrupsi rantai pasok, yang berdampak pada meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK). Dalam konteks itu, Stiamak meluncurkan Business Center by Stiamak yang terdiri dari Language Center dan Professional Training Center pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Gugus menyatakan Business Center dirancang sebagai wujud komitmen membangun budaya pembelajaran berkelanjutan, dengan program yang tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktis dan karakter adaptif. Program tersebut menawarkan kurikulum berbasis kebutuhan industri, didukung instruktur dari kalangan praktisi serta fasilitas laboratorium modern untuk pembelajaran interaktif. Peluncuran ini juga disebut memiliki makna simbolis karena bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional sebagai penghormatan terhadap Ki Hajar Dewantara sekaligus momentum penguatan kualitas pendidikan.
Gugus berharap Business Center dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mencetak talenta yang sesuai kebutuhan industri sekaligus mendorong pengembangan institusi. Ia menilai inisiatif tersebut dapat menjadi katalis peningkatan kualitas sumber daya manusia dan memberi dampak positif bagi Stiamak ke depan.