Perusahaan rintisan berbasis teknologi pendidikan (edutech) kian menjadi perhatian seiring perubahan cara belajar di era digital. Model pembelajaran tradisional yang bertumpu pada pertemuan fisik di ruang kelas mulai bergeser, digantikan inovasi teknologi yang memungkinkan pembelajaran jarak jauh dan lebih fleksibel.
Di Indonesia, sejumlah startup edutech hadir menawarkan akses belajar yang lebih luas bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Kehadiran platform-platform ini dinilai membuka kesempatan belajar tanpa batas, termasuk bagi pelajar, profesional, maupun pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.
Salah satu startup yang disebut adalah Cakap. Platform ini menawarkan pembelajaran online untuk berbagai bahasa asing secara interaktif. Dengan dukungan instruktur berpengalaman, pengguna dapat melatih kemampuan berbicara dan memperoleh umpan balik secara langsung.
Selain itu, Coursera turut menjadi contoh layanan edutech yang banyak digunakan. Startup asal Amerika Serikat ini bekerja sama dengan universitas serta institusi pendidikan di berbagai negara untuk menyediakan kursus online. Melalui Coursera, pelajar di Indonesia dapat mengakses materi dari para ahli di bidangnya, tanpa harus berpindah tempat untuk mengikuti pembelajaran.
Di bidang teknologi dan pemrograman, Hacktiv8 disebut berfokus pada program pelatihan intensif. Program ini dirancang agar peserta dapat mempelajari keterampilan pemrograman dalam waktu singkat, dengan instruktur berpengalaman dan kurikulum yang diperbarui mengikuti kebutuhan industri.
Sementara itu, HarukaEdu menempatkan fokus pada pendidikan tinggi. Startup ini bekerja sama dengan universitas dan perguruan tinggi di Indonesia untuk menyediakan program sarjana online yang terakreditasi. Melalui skema tersebut, mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari kampus-kampus ternama tanpa harus tinggal di kota tempat kampus berada, sehingga dinilai membantu mereka yang memiliki pekerjaan atau kewajiban pribadi.
Tren pertumbuhan startup edutech dipandang memiliki potensi untuk mengubah lanskap pendidikan di Indonesia. Dengan dukungan teknologi, pendidikan disebut menjadi lebih fleksibel, terjangkau, dan terbuka, karena memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan serta keterampilan baru tanpa terikat batasan geografis maupun finansial.
Di tengah perkembangan tersebut, edutech juga dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk belajar sesuai kebutuhan dan minat. Tidak hanya pelajar, para profesional dan pekerja disebut dapat memanfaatkan inovasi ini untuk memperbarui keterampilan atau memperluas pengetahuan pada bidang yang diminati.
Secara umum, kehadiran startup edutech disebut membuka pintu baru dalam dunia pendidikan di Indonesia melalui perluasan akses, fleksibilitas, dan pilihan pembelajaran. Perubahan ini turut memperkuat gagasan bahwa pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik, melainkan dapat berlangsung melalui berbagai platform digital.