Layanan internet satelit seluler dari Starlink disebut akan segera diperluas ke lebih banyak negara. Informasi ini merujuk pada pembaruan peta cakupan di situs resmi Starlink, yang menandai sejumlah wilayah dalam kategori “segera hadir”.
Di Eropa, beberapa negara yang tercantum akan segera mendapatkan layanan tersebut, antara lain Republik Ceko, Jerman, Polandia, dan Austria. Selain itu, Yunani, Spanyol, dan Kroasia juga masuk dalam daftar negara yang ditandai akan segera tersedia.
Rencana ekspansi Starlink tidak hanya berfokus pada Eropa. Berdasarkan peta cakupan yang direncanakan, perusahaan itu juga menargetkan perluasan ke Afrika. Di luar itu, layanan internet seluler satelit Starlink juga disebut ingin tersedia di negara lain seperti Meksiko dan Filipina.
Meski belum ada jadwal peluncuran yang lebih spesifik, Starlink beberapa waktu lalu juga mengumumkan peningkatan kemampuan berkat satelit generasi kedua. Disebutkan bahwa kecepatan cakupan satelit serta kinerja keseluruhan akan meningkat, sehingga dapat menampung lebih banyak pengguna. Peningkatan ini dinilai relevan untuk kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi, termasuk Eropa.
Untuk memanfaatkan fitur satelit di ponsel, pengguna memerlukan perangkat yang mendukung konektivitas tersebut. Di Amerika Serikat, T-Mobile dilaporkan telah mengizinkan iPhone dengan perangkat yang dilengkapi satelit untuk menggunakan jaringan Starlink 5G במסגרת program percontohan. Selain itu, disebutkan pula adanya laporan bahwa Apple menyiapkan versi yang lebih canggih untuk iPhone 18 Pro sebagai bagian dari peningkatan modem nirkabelnya untuk 5G.
Jika dukungan perangkat dan jaringan ini semakin luas, koneksi langsung ke layanan satelit seperti Starlink dari ponsel berpotensi memperluas akses internet di wilayah yang selama ini masih memiliki cakupan terbatas.