BERITA TERKINI
SMA Negeri 2 Sampang Batasi Penggunaan Gadget Lewat Kotak Putih Transparan

SMA Negeri 2 Sampang Batasi Penggunaan Gadget Lewat Kotak Putih Transparan

SMA Negeri 2 Sampang, Jawa Timur, menerapkan langkah pembatasan penggunaan perangkat digital di lingkungan sekolah sebagai respons atas kebijakan provinsi terkait pengendalian gadget. Sekolah memilih tidak melarang sepenuhnya, melainkan mengatur penggunaan ponsel agar tetap bisa mendukung kegiatan belajar tanpa mengganggu konsentrasi siswa.

Kepala SMA Negeri 2 Sampang, Dimas Bayu Perdana Putra, mengatakan kebijakan tersebut berangkat dari fenomena schooling but not learning, yakni kondisi ketika siswa hadir di kelas namun tidak benar-benar belajar. Menurutnya, distraksi dari ponsel, potensi cyberbullying, serta paparan konten negatif menjadi alasan utama pembatasan dilakukan.

“Sebagai solusi praktis, sekolah menyediakan kotak putih transparan untuk menitipkan ponsel siswa. Kotak ini dikumpulkan di awal jam pelajaran dan hanya boleh dibuka jika guru memberikan instruksi untuk kegiatan berbasis digital, seperti kuis online, presentasi dengan Canva, atau pembelajaran multimedia,” ujarnya, Kamis, 16 April 2026.

Dimas menambahkan, akses hiburan dan permainan, serta aktivitas perekaman foto maupun video tanpa izin, dilarang keras. Ia menyebut aturan tersebut ditujukan untuk menjaga etika sekaligus mencegah penyalahgunaan teknologi di lingkungan sekolah.

Untuk menyeimbangkan kebutuhan teknologi dengan interaksi sosial, sekolah juga menghadirkan permainan tradisional saat jam istirahat. Sejumlah permainan seperti gobak sodor, benteng, kelereng, hingga tongkat pramuka dimainkan secara bergantian. Dimas menyampaikan, kegiatan itu mendorong suasana kebersamaan dan membuat siswa yang sebelumnya lebih banyak menggunakan gadget menjadi antusias mengikuti permainan.

Selain pembatasan ponsel, sekolah memanfaatkan fasilitas TV pintar dari pemerintah untuk menyiarkan kuis serta pembelajaran interaktif. Dengan cara tersebut, teknologi tetap digunakan untuk kegiatan positif tanpa mengurangi fokus siswa selama proses belajar.

Kebijakan pembatasan gadget di SMA Negeri 2 Sampang ini menunjukkan upaya sekolah mengarahkan pemanfaatan teknologi secara lebih terkontrol, sembari menjaga nilai sosial dan budaya di lingkungan pendidikan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain di Jawa Timur.