Bukhari Farasdi Harahap, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan, diterima di Monash University, Australia. Ia lolos pada program Bachelor of Applied Data Science Advanced (Honours), jurusan yang dikenal kompetitif dan banyak diminati seiring berkembangnya ekonomi digital.
Kabar penerimaan itu diterima Bukhari pada momen yang berkesan baginya. Ia mengatakan, email dari Monash University masuk saat ia sedang menunggu waktu berbuka puasa.
“Saya sedang membuka handphone, lalu masuk email dari Monash University. Awalnya tidak percaya, tapi setelah dibaca ternyata benar saya diterima. Alhamdulillah, rasanya sangat bersyukur,” ujarnya.
Ketertarikan Bukhari pada dunia data berawal dari kebiasaannya mencari informasi seputar pendidikan luar negeri melalui internet dan media sosial. Dari sana, ia mulai mempelajari peluang studi yang dianggap relevan dengan perkembangan teknologi.
Ia kemudian memilih Data Science karena melihat potensi pemanfaatan data untuk mendukung pembangunan daerah. “Saya ingin suatu saat bisa berkontribusi untuk Sumatera Utara, terutama dalam pengembangan sistem analisis data bagi pemerintah dan sektor pendidikan,” katanya.
Keberhasilan Bukhari turut menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Medan. Kepala madrasah Reza Faisal menilai capaian tersebut menunjukkan siswa madrasah memiliki daya saing global. Menurutnya, madrasah terus mendorong penguatan kompetensi internasional melalui berbagai kegiatan pengembangan bahasa dan kompetisi global.
“Kami membekali siswa dengan berbagai program seperti English Club, Deutsch Club, hingga Arabic Club. Harapannya siswa madrasah tidak hanya unggul secara akademik dan spiritual, tetapi juga siap bersaing di tingkat dunia,” jelas Reza.
Reza menambahkan, dukungan guru serta pembinaan intensif di sekolah menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi internasional.
Meski akan melanjutkan studi di Australia, Bukhari menegaskan tetap membawa nilai-nilai yang ia pelajari selama menempuh pendidikan di madrasah. Ia juga menyebut dukungan keluarga sebagai salah satu kekuatan besar dalam prosesnya.
Di akhir pesannya, Bukhari mengajak siswa lain untuk tidak ragu memiliki mimpi besar. “Jangan takut bermimpi tinggi. Yang penting terus belajar, berdoa, dan jangan tertinggal dari perkembangan teknologi,” ujarnya.