Siloam Hospitals menegaskan fokusnya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih efisien dan mudah diakses masyarakat melalui implementasi strategi Next Generation Siloam (NGS). Untuk mendukung arah tersebut, perusahaan melakukan investasi agresif pada teknologi canggih, termasuk penerapan artificial intelligence (AI) dan pengembangan layanan bedah robotik.
CEO Siloam Hospitals Group, Caroline Riady, mengatakan sektor rumah sakit dan layanan kesehatan menjadi salah satu bidang yang dinilai akan diuntungkan dari perkembangan AI. Menurutnya, AI diposisikan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dokter dalam mendiagnosis pasien.
Caroline menjelaskan salah satu penerapan yang telah dilakukan adalah pengembangan rekam medis elektronik. Dalam sistem ini, dokter tidak lagi perlu mengetik secara manual karena AI dapat mencatat seluruh konsultasi. Selain itu, AI disebut dapat memberikan usulan diagnosis serta mengecek ketersediaan obat. Pernyataan tersebut disampaikan Caroline saat RUPST 2024 di Auditorium MRIN Lippo Village, Kabupaten Tangerang, Rabu, 11 Juni 2025.
Dengan dukungan AI, Caroline menilai dokter tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencatat sehingga dapat lebih fokus pada interaksi langsung dengan pasien. Ia juga menyatakan hasil rekam medis yang dihasilkan AI sangat akurat. “Inti dari inisiatif AI di Siloam adalah meningkatkan kualitas layanan dengan pendekatan yang lebih berpusat pada pasien,” kata Caroline.
Selain AI, Siloam juga berinvestasi pada teknologi medis lain, termasuk Da Vinci Xi yang disebut sebagai sistem bedah robotik pertama di Indonesia. Teknologi ini beroperasi di Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dan digunakan untuk operasi abdomen dengan sayatan yang lebih minimal, gerakan yang lebih presisi, serta pemulihan yang lebih cepat.
Caroline menyebut dalam dua minggu pertama sejak peluncuran pada 25 April 2025, lima tindakan berhasil dilakukan menggunakan teknologi tersebut. Ia mengatakan sistem ini membantu dokter melakukan operasi dengan lebih baik karena dapat bergerak lebih lincah di dalam abdomen sehingga hasilnya lebih akurat.
Caroline menambahkan Siloam juga berencana menghadirkan fasilitas robot lain untuk berbagai penanganan medis. Di antaranya robot untuk penanganan otak di Lippo Karawaci, serta robot pengganti tempurung lutut di Mampang dan Kebon Jeruk. Menurutnya, pengadaan tersebut disesuaikan dengan keunggulan dan kemampuan dokter di masing-masing rumah sakit.
Sementara itu, Presiden Direktur Siloam, David Utama, menyampaikan bahwa melalui layanan kesehatan berbasis teknologi yang dihadirkan, kualitas rumah sakit di Indonesia dinilai tidak kalah dengan luar negeri. Ia mengatakan dari sisi teknologi dan kemampuan dokter, kualitasnya sudah setara sehingga masyarakat Indonesia disebut tidak perlu bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan medis.