BERITA TERKINI
Sekjen SUMU Dorong Pelaku Usaha Kembangkan Ekonomi Berbasis Inovasi dan Riset usai Kunjungi HKUST Guangzhou

Sekjen SUMU Dorong Pelaku Usaha Kembangkan Ekonomi Berbasis Inovasi dan Riset usai Kunjungi HKUST Guangzhou

Sekretaris Jenderal Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Ghufron Mustaqim mengunjungi kampus Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) Guangzhou pada 23 April 2026. Kunjungan tersebut, menurut Ghufron, memberi gambaran tentang arah ekosistem pendidikan tinggi masa depan yang dirancang untuk mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan industri.

Ghufron menilai perguruan tinggi kini tidak cukup hanya berfokus pada menghasilkan lulusan, melainkan membangun ekosistem inovasi yang terhubung langsung dengan dunia industri. Ia menyebut model semacam itu perlu dipelajari dan diadaptasi untuk melahirkan pengusaha yang mampu menjawab tantangan zaman.

Dalam pandangan SUMU, semangat menjadi Pengusaha Berkemajuan menuntut peningkatan kapasitas keilmuan secara berkelanjutan serta dinamika dalam praktik muamalah dunia. Ghufron menekankan pelaku usaha tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu bertransformasi menjadi pencipta solusi melalui kerja ilmiah berbasis riset dan pengembangan (R&D).

Salah satu aspek yang disorot dari HKUST Guangzhou adalah perubahan struktur akademik yang tidak lagi terkotak dalam departemen terpisah. Kampus tersebut mengusung sistem Cross-Disciplinary Hubs, yakni pendekatan lintas disiplin yang berorientasi pada penciptaan solusi nyata, bukan semata pengembangan teori.

Ghufron menilai pendekatan lintas disiplin relevan bagi dunia usaha modern karena mendorong kolaborasi berbagai bidang ilmu untuk melahirkan inovasi. Ia menyebut kolaborasi tersebut menjadi kunci bagi pengusaha dalam membangun bisnis yang disruptif dan berdaya saing.

Dalam sistem yang diterapkan HKUST Guangzhou, terdapat empat pilar utama. Pertama, Function Hub yang berfokus pada fondasi material dan pengembangan elemen dasar teknologi masa depan seperti Advanced Materials, Microelectronics, serta Earth & Marine Sciences. Kedua, System Hub yang menitikberatkan integrasi berbagai komponen teknologi menjadi sistem yang efisien dan cerdas, dengan bidang seperti robotika, manufaktur pintar, dan transportasi cerdas.

Ketiga, Information Hub yang menjadi pusat pengolahan data dan kecerdasan digital melalui pengembangan Artificial Intelligence (AI), Data Science, dan Internet of Things (IoT). Keempat, Society Hub yang menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan masyarakat dan pasar melalui pengembangan Financial Technology (FinTech), kebijakan inovasi, serta tata kelola perkotaan.

Ghufron menilai model integratif tersebut memastikan riset memiliki jalur hilirisasi yang jelas menuju industri. Dengan demikian, inovasi tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat memberikan dampak nyata.

Dalam kesempatan yang sama, Ghufron juga menyampaikan adanya peluang beasiswa penuh dari HKUST Guangzhou bagi mahasiswa internasional, termasuk kader Muhammadiyah. Program yang ditawarkan meliputi program PhD dengan tunjangan hidup sekitar 15.000 RMB (sekitar Rp37,5 juta) per bulan dan program Master (MPhil) dengan tunjangan hidup sekitar 10.000 RMB (sekitar Rp25 juta) per bulan. Fasilitas yang disebutkan mencakup pembebasan biaya kuliah penuh serta penyediaan asrama modern di lingkungan kampus.

Menurut Ghufron, peluang tersebut menjadi kesempatan strategis bagi kader muda Muhammadiyah untuk melakukan ijtihad di bidang ekonomi dan teknologi tanpa terbebani persoalan biaya. Ia menekankan pentingnya memperbanyak kader yang menguasai teknologi serta mampu melahirkan inovasi berbasis riset untuk memperkuat ekonomi umat dan bangsa.

HKUST Guangzhou berada di kawasan Greater Bay Area (GBA) yang disebut memberikan akses langsung ke ekosistem riset dan investasi global yang mencakup Shenzhen, Hong Kong, dan Macao. Ghufron menilai posisi ini membuka peluang kolaborasi, pengembangan teknologi, hingga akses terhadap modal investasi berskala internasional.

Di akhir pernyataannya, Ghufron mengajak anggota SUMU untuk mengambil peran memanfaatkan momentum penguatan inovasi dan riset. Ia mendorong kader dan pengusaha Muhammadiyah untuk melangkah dan memanfaatkan peluang yang ada guna melahirkan inovator yang membawa misi pencerahan bagi kemajuan umat, bangsa, dan persyarikatan.