BERITA TERKINI
Sejumlah Merek Ponsel Bentuk Aliansi untuk Tekan Lag dan Crash di Android

Sejumlah Merek Ponsel Bentuk Aliansi untuk Tekan Lag dan Crash di Android

Sejumlah produsen ponsel, termasuk Xiaomi, Vivo, OPPO, Lenovo (Motorola), dan Honor, dikabarkan menjalin kerja sama untuk mengatasi masalah yang kerap muncul di perangkat Android, seperti lag, panas berlebih, hingga aplikasi yang sering crash. Kolaborasi ini berlangsung melalui Gold Standard Alliance, yang disebut menyiapkan standar baru terkait pengelolaan memori aplikasi.

Fokus utama kerja sama tersebut adalah membuat aturan yang lebih seragam bagi pengembang aplikasi agar penggunaan RAM menjadi lebih efisien. Inisiatif ini juga disebut selaras dengan arah pembaruan Google melalui Android 17, yang mulai membatasi penggunaan memori secara lebih ketat.

Selama ini, performa Android kerap dinilai tidak konsisten antar perangkat. Perbedaan spesifikasi hardware dan antarmuka (UI) dari masing-masing merek membuat proses optimasi aplikasi menjadi lebih sulit. Dampaknya, pengguna dapat mengalami aplikasi tertutup sendiri, penurunan performa, atau perangkat menjadi cepat panas.

Untuk mengurangi masalah tersebut, aliansi ini menyiapkan tiga pendekatan. Pertama, menetapkan standar batas penggunaan memori untuk aplikasi agar lebih terkendali. Kedua, menghadirkan sistem notifikasi pintar yang memberikan peringatan ketika memori hampir penuh. Ketiga, menerapkan aturan kontekstual agar notifikasi muncul pada waktu yang dinilai tepat.

Pengembang aplikasi di China diberi waktu hingga 30 Juni 2026 untuk menyesuaikan aplikasi mereka agar memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, masing-masing merek disebut akan menyediakan panduan teknis guna memudahkan proses adaptasi, dengan harapan kualitas aplikasi menjadi lebih konsisten di berbagai perangkat Android.

Kolaborasi antar merek teknologi asal China ini bukan yang pertama. Sebelumnya, beberapa di antaranya juga sempat bekerja sama menghadirkan standar fast charging universal bernama UFCS, meski penerapannya disebut hanya tersedia di China. Karena itu, muncul harapan agar standar optimalisasi memori ini tidak terbatas di Tiongkok saja.