BERITA TERKINI
SD Muhammadiyah 7 Surabaya Gelar Parenting Digital, Orang Tua Diingatkan Batasi Gadget Anak

SD Muhammadiyah 7 Surabaya Gelar Parenting Digital, Orang Tua Diingatkan Batasi Gadget Anak

Kegiatan parenting bertajuk “Parenting di Era Digital: Mengasuh Anak di Tengah Paparan Gadget” digelar bersamaan dengan pembagian rapor sisipan siswa kelas 1–6 di SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Acara ini menghadirkan Arika Winda A, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber untuk memberikan edukasi kepada para wali murid mengenai pola asuh anak di era digital.

Dalam pemaparannya, Arika menyampaikan sejumlah temuan terkait kebiasaan anak menggunakan layar. Ia menyebut anak usia 8–12 tahun rata-rata menghabiskan 4–6 jam per hari di depan layar. Selain itu, lebih dari 50 persen anak usia sekolah dasar sudah memiliki gadget pribadi, dan satu dari tiga anak menggunakan gadget saat makan maupun menjelang tidur. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius orang tua.

Arika menjelaskan, gadget dapat memiliki fungsi positif bagi anak, seperti sebagai media pembelajaran, hiburan, sarana sosialisasi, hingga pengembangan keterampilan. Namun, ia menekankan pentingnya batasan dalam penggunaannya.

“Penggunaan gadget harus bertahap, tidak langsung diberikan kepemilikan pribadi sebelum usia 13 tahun, serta selalu dalam pengawasan orang tua,” ujarnya pada Sabtu, 11 April 2026.

Ia juga menyoroti perlunya pembatasan konten dan durasi. Untuk anak usia 6–12 tahun, penggunaan gadget disarankan maksimal dua jam per hari di luar kebutuhan belajar. “Gadget boleh digunakan jika anak sudah menyelesaikan kewajibannya, bukan sebagai pelarian emosi, dan bukan satu-satunya sumber hiburan,” katanya.

Sejumlah wali murid mengaku mendapat manfaat dari kegiatan tersebut. Ari Kurnia, wali murid kelas 1, mengatakan ia memperoleh pemahaman baru tentang cara mengatur waktu penggunaan gadget anak serta pentingnya pendampingan. “Saya jadi lebih paham bagaimana mengatur waktu penggunaan gadget anak dan pentingnya mendampingi, bukan sekadar melarang,” ucapnya.

Wali murid kelas 2, Lail Dwiyana, menilai materi parenting relevan dengan kondisi saat ini. Ia menyebut tips seperti tidak memberi gadget saat makan dan sebelum tidur membantu untuk diterapkan di rumah. “Tips seperti tidak memberi gadget saat makan dan sebelum tidur sangat membantu diterapkan di rumah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, pihak sekolah berharap orang tua dapat menjadi teladan bagi anak dalam penggunaan gadget. Dengan aturan yang konsisten, pemberian alternatif aktivitas yang menarik, serta membangun quality time tanpa gadget, sekolah menilai anak diharapkan dapat tumbuh lebih seimbang di tengah perkembangan teknologi digital.