Aplikasi video berita pendek bernama SaySo hadir untuk pengguna yang ingin mengakses informasi aktual tanpa khawatir terpapar hoaks. Menurut TechCrunch, setelah menjalani uji coba pada akhir 2025, SaySo saat ini baru tersedia untuk pengguna iOS di Amerika Serikat dan Kanada.
Kehadiran SaySo muncul di tengah kejenuhan sebagian publik terhadap maraknya informasi bohong maupun konten yang dinilai tidak penting yang kerap memenuhi beranda media sosial. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan platform yang lebih dapat diandalkan untuk mengikuti kabar terkini.
Di dalam aplikasi, pengguna dapat memanfaatkan fitur “Daily Digest” yang menyajikan kumpulan berita sesuai topik favorit, seperti politik, kesehatan, atau isu sosial. Daftar pilihan ini diperbarui otomatis setiap 20 jam agar informasi yang ditampilkan tetap baru dan relevan.
Untuk menjangkau topik yang lebih luas, pengguna juga bisa membuka halaman “Jelajahi” guna menemukan konten dari berbagai kreator. SaySo menyatakan aplikasi dirancang agar penonton tidak terjebak pada kebiasaan menggulir layar tanpa tujuan.
SaySo mewajibkan setiap pembuat video menyertakan sumber informasi yang jelas dalam kontennya. Pengelola juga melakukan pengecekan, termasuk dengan bantuan sistem komputer, untuk memastikan video yang tayang akurat dan tidak menyesatkan.
Selain itu, tim pengelola menyiapkan fitur catatan dari komunitas agar pengguna dapat ikut mengawasi kebenaran informasi. Mekanisme ini ditujukan untuk memperkuat kontrol kualitas konten melalui partisipasi pengguna.
Saat ini, sekitar 30 orang telah mengisi konten di SaySo sejak aplikasi dibuka. Mereka disebut berasal dari kalangan jurnalis lepas dan para ahli di bidangnya yang memiliki reputasi baik.
Dari sisi pengembangan, pengelola tengah menyiapkan infrastruktur agar kreator dapat memperoleh penghasilan dari video yang mereka unggah. Disebutkan bahwa sebagian besar pendapatan yang masuk ke aplikasi akan diberikan kepada kreator.
Setelah Amerika Serikat dan Kanada, SaySo berencana memperluas layanan ke Inggris pada musim panas tahun ini. Perusahaan juga menargetkan ekspansi ke lebih banyak negara hingga 2027.