BERITA TERKINI
Samsung Siap Perluas Fitur Anti-Penipuan Berbasis AI ke Pasar Global

Samsung Siap Perluas Fitur Anti-Penipuan Berbasis AI ke Pasar Global

Samsung dilaporkan bersiap memperluas ketersediaan fitur keamanan terbarunya berbasis kecerdasan buatan (AI) ke lebih banyak perangkat dan wilayah. Fitur pendeteksi penipuan (anti-fraud) yang sebelumnya disebut eksklusif untuk seri Galaxy S26 dan saat ini masih terbatas bagi pengguna di Amerika Serikat, disebut akan hadir di pasar global dalam beberapa bulan mendatang.

Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi panggilan penipuan secara real-time dan memberi peringatan instan ketika percakapan terindikasi mencurigakan. Sistem akan memantau pola pembicaraan tertentu, seperti permintaan informasi perbankan yang mendesak atau skema hadiah palsu, lalu menampilkan peringatan di layar saat panggilan masih berlangsung.

Fitur tersebut merupakan hasil kolaborasi Samsung dengan Google dengan memanfaatkan model Gemini AI yang berjalan langsung di perangkat (on-device). Dengan pendekatan ini, analisis konten percakapan dilakukan di dalam ponsel tanpa perlu mengirim data ke server eksternal, sehingga aspek privasi pengguna tetap dijaga meski sistem aktif memantau pola suara yang kerap dikaitkan dengan penipuan.

Integrasi fitur ke aplikasi telepon bawaan Samsung disebut menjadi kelanjutan kemitraan strategis dengan Google. Fitur serupa sebelumnya lebih dulu diperkenalkan pada lini smartphone Pixel, sebelum kemudian diadopsi pada jajaran flagship Samsung.

Sinyal perluasan cakupan perangkat juga terlihat dari temuan barisan kode pada aplikasi Google Phone versi 217 beta. Berdasarkan temuan tersebut, fitur keamanan ini diperkirakan tidak hanya hadir di seri Galaxy S26, tetapi juga pada generasi ponsel lipat mendatang, yakni Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Flip 8.

Kehadiran berbagai nomor model internasional di dalam kode itu mengindikasikan Samsung menargetkan peluncuran berskala besar di berbagai wilayah. Meski demikian, terdapat catatan mengenai tidak ditemukannya varian global untuk Flip 8 dalam data tersebut, sehingga ketersediaan di sejumlah wilayah masih menyisakan pertanyaan.

Jika rencana ini terealisasi, langkah Samsung akan memperkuat upaya menjadikan deteksi penipuan berbasis AI sebagai fitur standar di ekosistem Galaxy secara global, seiring meningkatnya ancaman kejahatan siber dan maraknya modus penipuan melalui panggilan telepon.