BERITA TERKINI
Samsung Luncurkan Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 di Indonesia, Bawa Desain Lebih Tipis dan Fitur AI Baru

Samsung Luncurkan Galaxy Z Fold 7 dan Z Flip 7 di Indonesia, Bawa Desain Lebih Tipis dan Fitur AI Baru

Samsung resmi meluncurkan ponsel lipat terbarunya secara global, termasuk di Indonesia, melalui kehadiran Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7. Dua perangkat ini membawa pembaruan pada desain, kamera, perangkat lunak, serta penambahan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).

Pada Galaxy Z Fold 7, Samsung menekankan perubahan pada bobot dan ketebalan. Perangkat ini diklaim lebih ringan dari Galaxy S25 Ultra dengan berat 215 gram. Dari sisi dimensi, ketebalannya tercatat 8,9 mm saat dilipat dan 4,2 mm saat dibuka.

Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, menyebut Fold generasi terbaru ini lebih ringan dibanding pendahulunya. “Jadi, benar-benar tipis. Sangat tipis, terus juga sangat ringan. Kalau kita bandingkan dengan Fold 6 sebelumnya, bobotnya ini adalah 229 gram,” kata Ilham pada Kamis, 10 Juli.

Dari sisi rancangan, Galaxy Z Fold 7 menggunakan Armor FlexHinge, yang disebut mampu mengurangi lipatan (creasing) dan meningkatkan daya tahan terhadap tekanan. Untuk perlindungan layar, perangkat ini memakai Corning Gorilla Glass Ceramic 2 dan Ultra-Thin Glass.

Samsung juga menambahkan kamera wide 200MP pada Galaxy Z Fold 7, yang disebut menjadi yang pertama di lini tersebut. Selain itu, tersedia kamera wide-angle 10MP dengan field of view 100 derajat, yang ditujukan untuk mendukung pengambilan foto seperti group selfie.

Kedua perangkat langsung mengadopsi One UI 8 berbasis Android 16. Pada Galaxy Z Fold 7, sistem ini didukung prosesor Snapdragon 8 Elite Mobile dari Qualcomm dan menghadirkan sejumlah fitur AI baru, termasuk Drag and Drop AI untuk memudahkan pemindahan gambar atau teks dalam skenario multi-window. Contohnya, saat Google dan WhatsApp dibuka bersamaan, pengguna dapat memindahkan gambar yang diakses dari Google ke WhatsApp.

Fitur lain yang disorot adalah Suggested Erase di aplikasi Galeri, yang memanfaatkan AI untuk menyarankan objek yang bisa dihapus dari foto. Pengguna dapat menambahkan objek lain yang tidak diinginkan, lalu menekan tombol “Buat” agar objek tersebut terhapus secara otomatis pada hasil gambar.

Sementara itu, Galaxy Z Flip 7 hadir dengan berat 188 gram dan ketebalan 13,7 mm saat dilipat. Perubahan ukuran dibanding generasi sebelumnya disebut tidak terlalu mencolok, kecuali ketika perangkat dipegang langsung.

Galaxy Z Flip 7 membawa baterai terbesar di seri Z Flip sejauh ini, yakni 4.300 mAh. Perangkat ini menggunakan prosesor Exynos 2400 berfabrikasi 3 nm. Untuk pertama kalinya, Samsung juga menambahkan fitur desktop DeX ke lini ini.

Melalui One UI 8, Galaxy Z Flip 7 mendukung penggunaan Gemini Live di layar FlexWindow. Pengguna dapat menunjukkan objek yang ingin ditanyakan dan mendapatkan respons secara real-time.

Samsung juga memperluas dukungan Circle to Search saat bermain game pada kedua ponsel. Pengguna dapat meminta tips atau trik kepada Gemini saat bermain game ringan seperti Mobile Legends maupun game berat seperti Genshin Impact. Selain itu, Gemini Live dapat diaktifkan melalui side button sehingga asisten dapat melihat tampilan layar tanpa pengguna perlu keluar dari aplikasi.

Dari sisi pilihan warna dan harga, Galaxy Z Fold 7 tersedia dalam Blue Shadow, Jet Black, dan Silver Shadow. Varian memori yang ditawarkan mulai dari 12GB+256GB hingga 16GB+1TB dengan harga Rp28,499 juta hingga Rp34,999 juta.

Galaxy Z Flip 7 hadir dalam warna Blue Shadow, Carol Pearl, dan Jet Black. Perangkat ini tersedia dalam opsi 12GB+256GB dan 12GB+512GB dengan harga masing-masing Rp17,999 juta dan Rp19,999 juta.

Di pasar ponsel lipat, perangkat terbaru Samsung ini disebut akan bersaing dengan OPPO Find N5 yang disebut sebagai perangkat lipat tertipis saat ini dengan ketebalan 8,93 mm saat tertutup, serta Honor Magic V3 yang menawarkan baterai 5.150 mAh dengan ketebalan 9,2 mm.