Samsung meresmikan lini flagship terbarunya, Galaxy S26 Series, dalam ajang Unpacked yang berlangsung pada akhir Februari 2026. Memasuki tahun ketiga sejak pengenalan Galaxy AI, Samsung menempatkan fokus baru pada aspek privasi, selain peningkatan performa dan efisiensi perangkat.
Salah satu fitur yang paling disorot adalah Privacy Display, yang disebut hadir eksklusif pada model Galaxy S26 Ultra. Fitur ini menggunakan teknologi optik untuk membatasi sudut pandang layar, sehingga tampilan akan terlihat gelap atau buram bagi orang yang melihat dari samping, sementara pengguna tetap dapat melihat layar dengan jelas. Kehadiran fitur ini diposisikan sebagai standar baru untuk penggunaan di ruang publik, terutama bagi pengguna yang kerap bekerja di tempat umum.
Dari sisi dapur pacu, Galaxy S26 Series hadir dengan pilihan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 atau Exynos 2600, tergantung wilayah. Keduanya dibangun dengan arsitektur 2nm. Samsung menekankan bahwa lompatan ini berdampak pada peningkatan performa AI sekaligus menjaga suhu perangkat lebih stabil dibanding generasi sebelumnya.
Peningkatan juga menyentuh model dasar. Kapasitas baterai Galaxy S26 standar kini menjadi 4.300 mAh. Dipadukan dengan layar LTPO yang lebih efisien, daya tahan perangkat ini diklaim mampu menyaingi varian Plus pada generasi sebelumnya.
Untuk pengisian daya, Galaxy S26 Ultra kini mendukung pengisian kabel hingga 60W, naik dari 45W pada generasi sebelumnya. Dengan dukungan tersebut, pengisian disebut dapat mencapai 75% dalam waktu 30 menit.
Di sisi desain, Samsung meninggalkan gaya lensa terpisah dan beralih ke konsep unified camera island yang lebih rapi dan kokoh. Perubahan ini juga disebut dapat mengurangi penumpukan debu di area sekitar lensa.
Namun, sejumlah catatan juga muncul. Terdapat laporan teknis yang menyebutkan kesehatan baterai Galaxy S26 turun ke 80% setelah 1.200 siklus pengisian, lebih rendah dibanding seri S25 yang disebut mampu mencapai 2.000 siklus. Hal ini menjadi pertimbangan bagi pengguna yang berencana menggunakan perangkat lebih dari empat tahun.
Kecepatan pengisian nirkabel juga dinilai belum melesat jauh. Meski sudah mendukung standar Qi2 dengan magnet, pengisian nirkabel masih berada di kisaran 15W–25W, yang dianggap tertinggal dibanding beberapa kompetitor dari Tiongkok yang telah melampaui 50W.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kemudahan perbaikan. Dengan desain yang semakin rapat dan tipis—Galaxy S26 Ultra disebut memiliki ketebalan 7,9 mm—akses untuk perbaikan mandiri dinilai lebih sulit. Konsekuensinya, biaya servis resmi diperkirakan tetap tinggi.