JAKARTA — Samsung menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai fondasi ekosistem perangkatnya, bukan sekadar fitur tambahan. Melalui pengembangan Galaxy AI yang terintegrasi end-to-end, perusahaan ini memperluas pemanfaatan AI dari ranah kamera ke produktivitas, komunikasi, kesehatan, dan keamanan dalam pengalaman lintas perangkat.
Di tengah persaingan AI yang kian ketat di industri teknologi, Samsung disebut konsisten membangun standar baru dengan menggeser pendekatan dari penjualan perangkat tunggal menjadi menawarkan pengalaman “connected living”. Dalam konsep ini, perangkat keras dinilai semakin bernilai karena saling terhubung dan didukung kemampuan AI yang relevan dengan kebutuhan harian.
Rekam jejak inovasi berkelanjutan menjadi salah satu faktor yang membuat Samsung tetap menjadi barometer industri. Pengembangan AI berawal dari lini flagship Galaxy S Series yang diposisikan sebagai pusat pemrosesan utama, lalu meluas ke perangkat lain dalam ekosistem, termasuk Galaxy Buds dan Galaxy Watch.
Pada 2026, loyalitas pengguna disebut turut didorong oleh transisi fungsi antarperangkat yang semakin mulus. Integrasi tersebut membuat aktivitas seperti bekerja, berkomunikasi, hingga pemantauan kesehatan terasa lebih personal karena dapat berlangsung lintas perangkat dalam satu pengalaman yang menyatu.
Dalam strategi ini, Samsung memosisikan Galaxy S Series sebagai “otak” ekosistem, Galaxy Buds sebagai sistem audio cerdas, dan Galaxy Watch sebagai asisten kesehatan personal. Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai elemen inti yang menyatukan pengalaman pengguna, alih-alih sekadar menambah daftar fitur pada masing-masing perangkat.
Untuk smartphone, Galaxy S Series—termasuk S25 Series—dikembangkan sebagai pusat kendali komputasi AI dengan menggabungkan kemampuan AI on-device dan cloud-based. Sejumlah fitur yang disorot antara lain Generative Edit untuk pengeditan foto berbasis AI langsung di perangkat, Note Assist untuk merangkum teks panjang menjadi poin-poin ringkas, Interpreter dan Live Translate untuk penerjemahan percakapan dua arah secara real-time, serta Circle to Search yang mempercepat pencarian visual dengan melingkari objek di layar.
Rangkaian fitur tersebut diposisikan untuk menyederhanakan aktivitas harian, mulai dari rapat dan presentasi hingga pencarian informasi serta komunikasi lintas bahasa. Dengan integrasi lintas perangkat yang terus diperluas, Samsung menegaskan arah pengembangan AI sebagai pengalaman terhubung yang menyatu dalam ekosistem Galaxy.