BERITA TERKINI
Sam Altman Bela Konsumsi Energi ChatGPT, Bandingkan dengan ‘Biaya’ Melatih Manusia 20 Tahun

Sam Altman Bela Konsumsi Energi ChatGPT, Bandingkan dengan ‘Biaya’ Melatih Manusia 20 Tahun

Isu dampak lingkungan dari kecerdasan buatan (AI), terutama terkait konsumsi listrik dan air oleh pusat data, kembali menjadi sorotan. Di tengah kritik yang menguat, CEO OpenAI Sam Altman melontarkan pembelaan yang memicu kontroversi dengan menyebut chatbot AI seperti ChatGPT dapat lebih efisien energi dibanding manusia dalam memproses informasi.

Pernyataan itu disampaikan Altman saat menjadi pembicara di acara Express Adda, di sela KTT India-AI Impact 2026, pekan lalu. Ia menilai perbincangan publik tentang konsumsi energi ChatGPT kerap tidak adil karena lebih menyoroti besarnya listrik yang dipakai untuk melatih model AI, tanpa membandingkannya dengan “biaya energi” untuk membentuk manusia yang cerdas.

“Butuh banyak energi juga untuk melatih manusia. Butuh waktu hidup 20 tahun dan semua makanan yang Anda makan selama waktu itu sebelum Anda menjadi pintar,” ujar Altman. Dengan logika tersebut, ia beranggapan bahwa jika diukur dari efisiensi energi untuk menjawab satu pertanyaan spesifik, AI kemungkinan sudah menyamai atau bahkan melampaui efisiensi manusia.

Dalam kesempatan yang sama, Altman juga membantah rumor bahwa satu kueri di ChatGPT menghabiskan energi setara 1,5 kali pengisian daya baterai iPhone. “Tidak mungkin sebanyak itu,” katanya.

Altman turut menepis kekhawatiran soal penggunaan air untuk mendinginkan server AI. Ia menyebut klaim bahwa satu kueri ChatGPT membutuhkan 17 galon air sebagai informasi yang tidak benar. Menurutnya, anggapan tersebut muncul karena publik tidak mengetahui bahwa pusat data mulai meninggalkan sistem pendingin evaporasi yang boros air.

Selain membahas konsumsi energi dan air, Altman sempat menyindir rencana Elon Musk yang disebut ingin membangun pusat data di luar angkasa. Altman menilai gagasan itu tidak realistis untuk dekade ini karena biaya peluncuran roket yang tinggi serta kesulitan memperbaiki chip GPU yang rusak di orbit.

Alih-alih meredakan kritik, analogi Altman justru memantik reaksi keras di media sosial X. Sejumlah pengguna, termasuk praktisi teknologi, membantah perbandingan tersebut dengan perhitungan energi.

Salah satu pengguna memaparkan bahwa manusia rata-rata mengonsumsi 2.000 kalori per hari. Jika diakumulasi selama 20 tahun, total energi makanan yang dikonsumsi disebut sekitar 17 megawatt-jam (MWh) atau 17.000 kWh. Sementara itu, pelatihan model GPT-4 diperkirakan menyedot listrik hingga 50 gigawatt-jam (GWh), yang dinilai setara dengan energi “pelatihan” sekitar 3.000 manusia untuk satu kali siklus pemodelan AI.

Seorang pengembang AI di X mengkritik bahwa membandingkan perkembangan manusia dengan pelatihan model AI merupakan pernyataan yang “buta nada” dan secara strategis dinilai sembrono.

Meski menuai hujatan, Altman sebelumnya mengakui potensi lonjakan konsumsi listrik global akibat perkembangan AI. Ia mendorong industri teknologi untuk segera berinvestasi dan beralih ke sumber energi bersih, seperti nuklir, angin, atau surya, dalam waktu dekat.