BERITA TERKINI
Sains Data Tak Hanya untuk Siswa IPA: Bidang Multidisiplin dengan Peluang Karier Luas

Sains Data Tak Hanya untuk Siswa IPA: Bidang Multidisiplin dengan Peluang Karier Luas

Keraguan memilih jurusan kuliah masih kerap dialami siswa, terutama karena anggapan bahwa latar belakang pendidikan di sekolah akan membatasi pilihan. Salah satu persepsi yang sering muncul ialah Program Studi Sains Data hanya cocok untuk siswa jurusan IPA. Pandangan ini dinilai keliru dan berisiko menghambat generasi muda dalam mengakses peluang masa depan.

Dalam praktiknya, Sains Data tidak bersifat eksklusif. Bidang ini dikenal multidisiplin karena menggabungkan statistika, teknologi, bisnis, serta kemampuan analisis untuk memahami persoalan nyata. Karena itu, siapa pun yang memiliki rasa ingin tahu, kemauan belajar, dan ketertarikan pada pemecahan masalah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Meski matematika dan logika menjadi bagian penting dalam Sains Data, kemampuan tersebut disebut bukan prasyarat yang harus dikuasai sejak awal. Perguruan tinggi berperan membimbing mahasiswa dari dasar hingga menguasai kompetensi yang dibutuhkan melalui pembelajaran yang bertahap dan sistematis, sehingga latar belakang pendidikan tidak menjadi penghalang.

Keragaman latar belakang justru dipandang sebagai kekuatan. Mahasiswa dari jurusan IPS, misalnya, dinilai memiliki keunggulan dalam memahami perilaku sosial, dinamika ekonomi, dan tren pasar. Perspektif tersebut relevan ketika data dimanfaatkan untuk menganalisis perilaku konsumen, menyusun strategi bisnis, maupun membaca fenomena sosial.

Sementara itu, lulusan SMK kerap memiliki bekal praktis dalam penggunaan teknologi, sistem informasi, atau pemrograman dasar, yang dapat menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran. Adapun siswa dari jurusan bahasa maupun bidang lainnya tetap memiliki peluang yang sama, terutama karena dunia kerja membutuhkan kemampuan menghubungkan data dengan konteks manusia serta menerjemahkan data menjadi insight yang komunikatif.

Dalam konteks ini, Sains Data tidak semata berbicara tentang angka, melainkan memahami realitas dan merancang solusi. Kebutuhan talenta di bidang ini juga disebut terus meningkat, seiring makin banyak sektor—mulai dari bisnis, kesehatan, pendidikan, pemerintahan, hingga industri kreatif—mengandalkan data dalam pengambilan keputusan. Kondisi tersebut membuat Sains Data dipandang memiliki prospek karier yang luas dan strategis.

Universitas Nusa Mandiri (UNM) melalui Program Studi Sains Data menyatakan membuka ruang bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk berkembang menjadi talenta digital yang adaptif dan kompetitif. Kurikulum disebut dirancang tidak hanya untuk membekali kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir analitis, kreativitas, serta pemahaman etika dalam penggunaan teknologi.

Pada akhirnya, pilihan jurusan dinilai bukan soal dari mana seseorang berasal, melainkan ke mana ingin melangkah. Membatasi diri karena label “IPA” atau “non-IPA” dianggap sebagai cara pandang lama yang tidak lagi relevan di era digital. Sains Data, dalam pandangan tersebut, dapat menjadi pilihan bagi siapa pun yang siap belajar, beradaptasi, dan memanfaatkan data untuk menciptakan perubahan.