BERITA TERKINI
Sains Data Kian Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasan Jurusan Ini Layak Dipilih

Sains Data Kian Dibutuhkan di Era Digital, Ini Alasan Jurusan Ini Layak Dipilih

Jakarta — Pernah bertanya mengapa rekomendasi video di media sosial terasa tepat sasaran atau bagaimana aplikasi dapat menebak produk yang ingin dibeli? Fenomena itu tidak lepas dari peran data dan orang-orang yang mengolahnya menjadi dasar pengambilan keputusan. Bidang ini dikenal sebagai Sains Data.

Di era digital, hampir setiap aktivitas menghasilkan data, mulai dari belanja online, penggunaan media sosial, hingga layanan transportasi. Data tersebut kemudian dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk perusahaan, rumah sakit, dan pemerintah, untuk membuat keputusan yang lebih akurat.

Meski semakin relevan, masih ada calon mahasiswa yang ragu memilih jurusan Sains Data karena menganggap harus mahir coding sejak awal. Namun, anggapan itu dinilai tidak sepenuhnya benar. Sains Data disebut berangkat dari rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta keinginan memahami pola dan fenomena.

Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri, Tati Mardiana, menyatakan siapa pun memiliki peluang berkembang di bidang ini. “Yang dibutuhkan bukan harus sudah ahli sejak awal, tetapi memiliki rasa ingin tahu, kemauan belajar, dan semangat untuk berkembang. Semua kompetensi bisa dipelajari secara bertahap,” ujarnya dalam rilis yang diterima pada Rabu (6/5).

Di perkuliahan, mahasiswa Sains Data mempelajari sejumlah keterampilan, seperti pemrograman, analisis dan visualisasi data, Big Data, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Materi tersebut dirancang agar mahasiswa mampu memahami masalah dan menghadirkan solusi berbasis data.

Menurut Tati, bidang ini juga terbuka bagi beragam karakter. Selain kemampuan logika, Sains Data membutuhkan komunikasi, pemahaman bisnis, dan kreativitas dalam menyajikan informasi. Kolaborasi berbagai kemampuan tersebut dinilai menjadi kekuatan di dunia kerja.

Ia menambahkan Universitas Nusa Mandiri menghadirkan Program Studi Sains Data yang disebut adaptif terhadap kebutuhan industri. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilibatkan dalam proyek nyata, kolaborasi dengan mitra profesional, serta pengalaman praktis yang relevan.

Universitas Nusa Mandiri juga menyediakan Internship Experience Program (IEP) 3+1, yakni tiga tahun pembelajaran di kampus dan satu tahun pengalaman di luar kampus melalui magang, proyek industri, atau riset. Skema ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa sebelum lulus.

“Di tengah dunia yang semakin berbasis data, memilih jurusan bukan lagi soal tren, tetapi tentang kesiapan menghadapi masa depan. Bagi generasi muda yang memiliki rasa penasaran, suka menganalisis, dan tertarik dengan teknologi, Sains Data menjadi pilihan strategis yang menjanjikan,” kata Tati.