BERITA TERKINI
Sains Data Ditawarkan sebagai Salah Satu Cara Mengurai Kemacetan Jakarta

Sains Data Ditawarkan sebagai Salah Satu Cara Mengurai Kemacetan Jakarta

Lalu lintas di Jakarta disebut sebagai salah satu yang paling padat di dunia. Sepanjang 2019, waktu yang terbuang di jalan akibat kemacetan tercatat lebih dari 174 jam atau sekitar tujuh hari per orang. Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) juga menunjukkan produktivitas yang hilang akibat kemacetan setara dengan Rp 67,5 triliun.

Upaya mencari solusi terhadap persoalan tersebut turut dibahas dalam sebuah episode yang menghadirkan Rizal Khaefi, ilmuwan data dari Pulse Lab Jakarta, laboratorium inovasi data di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam perbincangan itu, Rizal menjelaskan bagaimana sains data dapat dimanfaatkan untuk membantu memahami dan merancang penanganan kemacetan.

Rizal dan timnya berupaya mendayagunakan data penggunaan internet warga Jakarta. Kota ini disebut sebagai salah satu yang paling aktif di media sosial, dengan lebih dari 10 juta cuitan setiap hari. Data digital semacam ini dinilai dapat memberikan gambaran tambahan mengenai pola pergerakan dan aktivitas warga yang berpengaruh terhadap kondisi lalu lintas.

Salah satu proyek riset yang dikerjakan tim Pulse Lab Jakarta dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan transportasi online di Asia Tenggara, Grab. Dalam kerja sama tersebut, mereka memanfaatkan data perjalanan mitra pengemudi untuk merancang model lalu lintas yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan transportasi dan pembangunan jalan.