Apple Inc. menghadapi tekanan dari investor untuk merombak strategi perusahaan demi menyegarkan kembali upaya pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang dinilai sedang mengalami kesulitan.
Kekhawatiran investor dipicu oleh penurunan saham yang disebut telah menghapus lebih dari US$640 miliar nilai pasar Apple sepanjang tahun ini, serta frustrasi atas penundaan peluncuran fitur-fitur AI. Dalam situasi tersebut, investor mendorong Apple agar lebih berani mengubah tradisi lama perusahaan, termasuk mempertimbangkan akuisisi besar dan lebih agresif dalam merekrut talenta.
Analis Citigroup Inc., Atif Malik, menilai Apple secara historis memang tidak dikenal melakukan merger dan akuisisi berskala besar. Ia mencatat kesepakatan besar terakhir perusahaan adalah pengambilalihan Beats pada 2014. Meski begitu, Malik berpendapat investor akan merespons lebih positif jika Apple dapat mengakuisisi atau berinvestasi dalam porsi saham yang berarti pada penyedia AI yang sudah mapan.
Sepanjang 2025 hingga awal pekan ini, saham Apple tercatat turun 16%. Pada Rabu waktu Indonesia, penurunan sedikit membaik menjadi -14,2% ke level US$209,11 per saham. Pergerakan ini disebut berbanding ekstrem dengan Meta Platforms Inc., yang menjadi buruan para pelaku pasar seiring ambisi AI perusahaan tersebut yang tercermin dari gelontoran investasi.