Surabaya — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur bersama Plato Foundation menggelar peringatan Safer Internet Day 2026 bertema Together for a Better Internet di Taman Peradaban, Masjid Al Akbar Surabaya, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan yang didukung UNICEF ini dimanfaatkan sebagai momentum diseminasi Komik PP TUNAS yang disusun oleh Forum Anak Jawa Timur.
Agenda tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman anak dan remaja mengenai pentingnya keamanan digital, sekaligus memperkenalkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) yang diterbitkan pada 2025. Aturan ini disusun untuk melindungi anak dalam penggunaan internet, aplikasi, gim, dan berbagai layanan digital lainnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur, R. Hari Chandra, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menghadirkan peluang sekaligus risiko. Ia mengatakan, melalui Safer Internet Day, pihaknya ingin memastikan anak-anak di Jawa Timur tidak hanya menjadi pengguna internet yang aktif, tetapi juga cerdas dan aman. Menurutnya, Komik PP TUNAS yang disusun Forum Anak Jatim diharapkan dapat menjadi media edukasi yang mudah dipahami anak-anak.
Hari Chandra juga menekankan pelibatan Forum Anak dalam penyusunan komik sebagai bentuk partisipasi bermakna anak dalam menyuarakan kepentingan dan perlindungan mereka di ruang digital. Dengan pendekatan komunikatif dan berbasis pengalaman anak, materi edukasi diharapkan lebih efektif menjangkau sasaran.
Child Protection Specialist UNICEF wilayah Jawa, Naning Pudjijulianingsih, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan anak-anak melalui Forum Anak Jatim penting untuk mewujudkan lingkungan digital yang lebih aman dan ramah anak.
Kegiatan Safer Internet Day ini diisi dengan sosialisasi PP TUNAS, diskusi interaktif, serta pembagian Komik PP TUNAS sebagai bahan edukasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sinergi pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan dukungan lembaga internasional, upaya perlindungan anak di ruang digital diharapkan semakin optimal.
Momentum tersebut sekaligus menegaskan komitmen Jawa Timur dalam mendorong ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak, sejalan dengan transformasi digital nasional yang berkelanjutan.