BERITA TERKINI
Riset: Model Inovasi Startup Mahasiswa Dipengaruhi Dinamika Lingkungan, Otonomi, dan Iklim Bisnis Pro-Pertumbuhan

Riset: Model Inovasi Startup Mahasiswa Dipengaruhi Dinamika Lingkungan, Otonomi, dan Iklim Bisnis Pro-Pertumbuhan

Kewirausahaan dipahami sebagai proses memanfaatkan inovasi dan kreativitas untuk menciptakan solusi yang unik dan bernilai, sekaligus menghadapi risiko serta ketidakpastian. Dalam konteks ini, kreativitas merujuk pada kemampuan menghasilkan ide baru dari hal yang sudah ada, sedangkan inovasi berkaitan dengan penciptaan teknik atau produk yang benar-benar baru.

Perusahaan rintisan (startup) umumnya merupakan usaha baru yang menargetkan pertumbuhan cepat dan berupaya memimpin pasar. Banyak startup berfokus pada persoalan yang kompleks dan mencoba menawarkan solusi baru, terutama seiring perkembangan teknologi.

Perkembangan ekosistem startup dan dampak pandemi

Periode 1998–2000, ketika internet mulai berkembang luas, disebut membuka jalan bagi kemunculan banyak startup. Perkembangan teknologi berikutnya—khususnya internet dan perangkat seluler—mendorong lahirnya berbagai platform dan aplikasi baru. Ketertarikan investor pada teknologi juga turut memperkuat ekosistem kewirausahaan.

Pandemi Covid-19 kemudian mempercepat penggunaan internet karena interaksi fisik dibatasi. Aktivitas kerja dari rumah dan sekolah daring membuat masyarakat semakin bergantung pada layanan digital. Dalam situasi tersebut, startup di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari ikut berkembang. Di Indonesia, platform seperti Tokopedia dan Shopee dilaporkan mengalami lonjakan penjualan makanan setelah pengumuman PSBB.

Indonesia juga disebut memiliki sejumlah wirausahawan muda, menempati peringkat kelima dunia dalam jumlah startup, serta memiliki empat unicorn dan satu decacorn. Pemerintah mendukung pertumbuhan startup, termasuk di wilayah terpencil, melalui program seperti Gerakan 1000 Start-up dan Akademi Kepemimpinan Digital yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan digital. Di sisi lain, Malaysia—dengan ekonomi terbesar ketiga di Asia Tenggara—juga memiliki ekosistem startup yang dinamis, didukung regulasi yang kuat dan lokasi yang strategis.

Kerangka riset: dari dinamika lingkungan hingga kinerja bisnis

Riset yang ditulis Prof. Dr. Ririn Tri Ratnasari, SE., M.Si. memaparkan model pengembangan inovasi bisnis startup bagi mahasiswa universitas dengan membandingkan Indonesia dan Malaysia. Kajian pustaka dalam riset ini menekankan bahwa dinamisme lingkungan—perubahan cepat faktor eksternal yang memengaruhi organisasi—mendorong organisasi untuk beradaptasi dan mengeksplorasi peluang. Upaya mengurangi ketidakpastian dilakukan dengan meningkatkan prediktabilitas serta merespons perubahan selera konsumen dan kemajuan teknologi, termasuk lewat pengembangan produk dan pasar baru.

Selain dinamika lingkungan, riset ini menyoroti peran otonomi dalam kewirausahaan. Otonomi dipahami sebagai kebebasan pemilik bisnis menjalankan kewenangan untuk mencapai tujuan perusahaan, sekaligus diharapkan mengarahkan perilaku bisnis agar memperhatikan kesejahteraan karyawan dan komunitas. Otonomi ini diposisikan sebagai faktor yang membentuk iklim bisnis yang pro-pertumbuhan.

Iklim bisnis yang pro-pertumbuhan kemudian dikaitkan dengan eksplorasi peluang dan inovasi, termasuk inovasi layanan. Inovasi layanan dipahami sebagai pengenalan konsep dan penawaran layanan baru, yang penting dalam ekonomi berbasis pengetahuan. Layanan yang bersifat interaktif dinilai dapat meningkatkan kolaborasi dan pembelajaran sehingga mendorong inovasi lanjutan. Pada tahap akhir, inovasi layanan dipandang berkontribusi terhadap kinerja bisnis startup.

Metode: survei milenial di Indonesia dan Malaysia

Penelitian ini menggunakan survei terhadap responden milenial berusia di bawah 38 tahun yang aktif terlibat dalam perusahaan startup dan berkuliah di berbagai perguruan tinggi negeri serta swasta di Indonesia dan Malaysia. Dari pengumpulan data tersebut, dianalisis total 400 respons yang dinyatakan valid.

Hasil utama: jalur pengaruh menuju kinerja startup

Temuan riset menunjukkan hubungan yang saling terkait dari faktor lingkungan hingga kinerja bisnis. Secara ringkas, hasilnya menyatakan:

  • Eksplorasi peluang dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh dinamisme lingkungan.
  • Otonomi kewirausahaan berkontribusi signifikan dalam membangun iklim bisnis yang pro-pertumbuhan.
  • Iklim bisnis pro-pertumbuhan secara substansial meningkatkan eksplorasi peluang dan inovasi layanan.
  • Eksplorasi peluang berpengaruh positif terhadap inovasi layanan.
  • Inovasi layanan selanjutnya meningkatkan kinerja bisnis startup.

Rujukan publikasi

Informasi riset dirujuk dari publikasi: Ryandono, M. N. H., Gunawan, S., Haque, M. G., Pitchay, A. A., Rosyidi, L. N., Zulaikha, S., & Ratnasari, R. T. (2024). Startup Business Innovation Development Model for University’s Students: Comparison of Indonesia and Malaysia. Revista de Cercetare si Interventie Sociala, 87, 38–57.