Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) melalui Riset Grant Sawit K15 berhasil mengembangkan Red Palm Oil (RPO) atau minyak sawit merah fungsional yang dirancang untuk mempertahankan kandungan fitonutrien alami. Produk ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, mulai dari farmasi hingga pangan sehat.
Penelitian strategis tersebut dipimpin Dr. Donald Siahaan bersama tim peneliti. Dari riset ini, tim mengembangkan dua produk utama, yakni Semi Virgin Palm Oil (SVPO) dan Virgin Palm Kernel Oil (VPKO), yang dinilai memiliki nilai tambah bagi aspek kesehatan.
Berdasarkan keterangan dari laman Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit yang dikutip pada Kamis (09/04/2026), pengembangan teknologi ini telah mencapai tahap produksi skala bangku (bench scale) dengan kapasitas sekitar 100 hingga 300 kilogram per batch proses.
Inovasi ini ditujukan untuk menjawab persoalan berkurangnya nutrisi alami pada minyak goreng konvensional akibat proses pemurnian yang berlebihan. Teknologi yang dikembangkan berupaya mempertahankan komponen minor yang bermanfaat, seperti karotenoid dan vitamin E.
Rangkaian penelitian lapangan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapannya meliputi pengembangan pra-perawatan (pre-treatment) Tandan Buah Segar (TBS) untuk mempermudah proses pemipilan, optimasi ekstraksi minyak sawit merah mentah (Crude Red Palm Oil/CRPO) dari mesokarp buah, ekstraksi minyak inti sawit mentah (Crude Virgin Palm Kernel Oil/CVPKO) langsung dari kernel, serta pengembangan proses pemurnian khusus untuk menjaga stabilitas zat aktif.
Di laboratorium, tim melakukan pengujian rinci untuk memastikan mutu produk akhir. Analisis dilakukan terhadap profil asam lemak dan komponen fungsional lain dalam minyak sawit mentah hasil ekstraksi. Parameter yang diukur mencakup kadar skualen, kampesterol, stigmasterol, hingga beta-sitosterol.
Selain itu, penelitian juga mencakup pengujian pra-klinis untuk melihat respons terhadap peningkatan kolesterol dalam darah, serta uji toksisitas akut dan kronis.
PPKS menyebut produk RPO dan VPKO dapat digunakan langsung sebagai bahan baku pangan sehat. Sejumlah produk turunan yang dihasilkan di antaranya margarin merah, shortening merah, minyak makan kaya nutrisi, hingga berbagai jenis saus selada.
Pengembangan lanjutan dilakukan melalui preparasi dalam bentuk emulsi, mikroemulsi, dan nanoemulsi. Formulasi ini ditujukan untuk memungkinkan pemisahan komponen minor secara optimal sebelum diterapkan sebagai bahan baku industri farmasi maupun produk kosmetik nutrisi atau nutricosmetic.
Luaran riset ini juga mencakup paket teknologi produksi, termasuk alat dan metode, yang dinilai layak secara teknis sebagai alternatif bagi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) maupun pabrik rafinasi. Data terkait daya simpan dan stabilitas produk turut disertakan untuk mendukung kebutuhan industri hilir dalam memanfaatkan minyak sawit merah sebagai bahan baku fungsional.
Hasil penelitian tersebut telah didaftarkan untuk memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tim mengajukan sejumlah paten sederhana, baik untuk peralatan produksi maupun proses pengolahan produk turunan kelapa sawit.
PPKS menilai keberhasilan proyek K15 menunjukkan potensi kelapa sawit dalam mendukung kedaulatan pangan dan kesehatan, sekaligus memperkuat posisi komoditas ini pada pengembangan produk bernilai tambah di masa mendatang.