Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk meningkatkan kreativitas dalam menciptakan inovasi. Ia menekankan, setiap terobosan harus berangkat dari persoalan nyata dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan dalam sosialisasi pemajuan mindset OPD inovatif yang digelar di Pendopo Rakyat Situbondo, Rabu (8/4). Bupati yang akrab disapa Mas Rio menegaskan inovasi tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif atau konsep di atas kertas, melainkan harus memberi solusi konkret atas kendala yang dirasakan warga.
“Inovasi itu adalah pembaruan atas kebutuhan. Jadi, harus benar-benar menjawab persoalan yang ada di lapangan,” ujar Rio.
Dalam kesempatan itu, ia mencontohkan program Tim Penggerak (TP) PKK Situbondo yang bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk memitigasi inflasi harga cabai. Program tersebut mengajak masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai secara mandiri.
Rio juga mengusulkan pengembangan peternakan ayam petelur skala rumah tangga. Usulan ini didasarkan pada data ketimpangan produksi telur di Situbondo, dengan kebutuhan harian mencapai 17 ton, sementara produksi lokal disebut baru 3,5 ton.
“Untuk menstabilkan harga, kita berencana mengkaji pemberian bantuan kandang ayam petelur agar masyarakat bisa berproduksi sendiri di tingkat rumah tangga,” tambahnya.
Selain mendorong inovasi yang menyentuh kebutuhan warga, Rio menyoroti pentingnya peran data dan penelitian dalam penyusunan kebijakan. Ia mengakui kebijakan daerah selama ini masih kerap minim dukungan riset yang mendalam.
“Tidak ada inovasi tanpa riset. Kita harus mulai membangun basis riset yang kuat agar setiap kebijakan tepat sasaran dan dapat diukur indikator kinerjanya,” tegasnya.
Melalui penguatan inovasi berbasis data, Rio berharap kualitas pelayanan publik di Situbondo meningkat. Ia juga menargetkan OPD hingga tingkat kecamatan mampu bersaing dan meraih prestasi di level nasional.