Rapat Koordinasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (Rakor BRIDA) se-Bali digelar di Kori Maharani Villas, Gianyar, Kamis (30/04/2026), sebagai upaya memperkuat sinergi pengembangan riset dan inovasi daerah. Pertemuan ini mengusung tema kolaborasi dalam ekosistem riset untuk mendukung visi pembangunan berkelanjutan di Bali.
Rakor menjadi forum strategis bagi BRIDA kabupaten/kota se-Bali untuk berbagi informasi mengenai program, kebijakan, dan strategi pengembangan riset serta inovasi. Sinergi yang dibangun diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang terintegrasi dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah berbasis inovasi.
Ketua panitia yang juga Kepala BRIDA Kabupaten Gianyar, I Ketut Sedana, mengatakan kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga BRIDA di Bali. Ia menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas riset melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami terus mendorong hasil riset agar dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala BRIDA Provinsi Bali, Ketut Wica, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali saat ini menunjukkan capaian positif dan disebut melampaui rata-rata nasional. Namun, ia mengingatkan adanya tantangan pembangunan yang perlu diantisipasi, terutama dampaknya terhadap lingkungan, manusia, dan kebudayaan.
Ia menekankan penguatan riset dan inovasi perlu berlandaskan prioritas pembangunan daerah serta didukung kolaborasi multipihak, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual.
“Brida dalam melaksanakan tugasnya, tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus berkolaborasi dengan berbagai pihak,” tegasnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, turut menyoroti pentingnya peran BRIDA dalam menghasilkan inovasi berbasis data. Menurutnya, pengembangan riset perlu difokuskan pada sektor-sektor strategis yang sejalan dengan visi pembangunan Bali.
“Melalui sinergi dan sinkronisasi yang kuat, diharapkan dapat menghasilkan rumusan strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan,” ujarnya.
Rakor ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan BRIN, Kementerian Dalam Negeri, serta BRIDA kabupaten/kota se-Bali. Melalui forum tersebut, para peserta berharap kolaborasi riset dan inovasi daerah semakin kuat sehingga berdampak langsung bagi masyarakat.