BERITA TERKINI
Psikolog Ingatkan Dampak Gadget pada Balita: Konsentrasi Menurun hingga Sulit Mengatur Emosi

Psikolog Ingatkan Dampak Gadget pada Balita: Konsentrasi Menurun hingga Sulit Mengatur Emosi

Palangka Raya—Orang tua diminta lebih memperhatikan penggunaan gadget pada anak, terutama pada usia balita. Penggunaan yang tidak terkontrol dinilai dapat memengaruhi tumbuh kembang serta perilaku anak dalam aktivitas sehari-hari.

Psikolog dari Ikatan Psikologi Klinis, Rizqi Syafriana, mengatakan pemakaian gadget pada balita yang tidak diatur dapat memicu sejumlah gangguan. Salah satu yang banyak terjadi adalah gangguan pemusatan perhatian yang membuat anak sulit fokus.

Ia menjelaskan, anak yang terbiasa dengan layar cepat dan penuh warna cenderung memiliki rentang konsentrasi yang lebih pendek. Ketika tidak ada gadget, baik televisi maupun telepon genggam, anak bisa menjadi lebih sering bergerak.

“Terkait dengan anak-anak memang banyak terlihat itu adalah mereka itu rentang konsentrasinya jadi pendek, karena mereka bermain di layar yang cepat, berwarna-warni gitu ya, dan ketika ini tidak ada gadget, baik TV maupun handphone, mereka yang jadi cenderung bergerak-gerak,” kata Rizqi saat mengisi program Inspirasi Kita di Pro 1 RRI Palangka Raya, Rabu, 8 April 2026.

Sementara itu, Konselor Psikologi dan Keluarga, Desiana Wulandari, menyebut anak yang menjadi hiperaktif akibat penggunaan gadget juga cenderung kesulitan mengatur emosi. Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan kebiasaan anak menerima stimulasi instan dari layar, sehingga kurang belajar mengelola perasaan secara alami.

Desiana menambahkan, kurangnya interaksi aktif antara anak dan orang tua dapat memperparah situasi. Anak membutuhkan komunikasi dua arah, kontak mata, serta respons emosional untuk membantu memahami dan mengelola perasaan.

Karena itu, pembatasan penggunaan gadget dinilai penting diterapkan di lingkungan keluarga. Orang tua diharapkan lebih aktif mendampingi anak agar tumbuh kembangnya berjalan optimal dan seimbang.