KEDIRI – Sektor perikanan dinilai tidak hanya berkontribusi pada ekonomi, tetapi juga memiliki potensi sebagai sarana edukasi dan rekreasi. Atas dasar itu, PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri berpartisipasi dalam ajang Kediri Aquatic 2026 dengan menghadirkan inovasi berbasis riset serta materi pembelajaran tentang biota perairan.
Dalam kegiatan tersebut, dosen dan mahasiswa PSDKU UB Kediri memperkenalkan sejumlah produk inovatif yang ditujukan untuk mendukung budidaya perikanan. Produk yang ditampilkan antara lain Stigmasterol sebagai fitosteroid untuk sex reversal ikan, Piscobio sebagai probiotik multi-fitobiotik ikan, Eco Enzym berbasis fermentasi limbah organik, serta Viva Growth yang berfungsi meningkatkan nafsu makan ikan.
Produk-produk itu diperkenalkan kepada masyarakat sebagai solusi inovatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kehadiran PSDKU UB Kediri juga disebut memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem perikanan yang inovatif dan berdaya saing.
Vika Maulidiyah, Dosen Program Studi Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan PSDKU UB Kediri, mengatakan inovasi yang dibawa berasal dari dosen maupun mahasiswa dan sebagian besar terkait budidaya perikanan. “Ada yang dari mahasiswa, ada yang dari dosen. Kebanyakan berhubungan dengan budidaya perikanan,” ujarnya, Minggu (26/04/2026).
Selain menampilkan produk inovasi, PSDKU UB Kediri juga membawa spesimen edukatif biota perairan yang menarik perhatian pengunjung. Spesimen tersebut mencakup avertebrata air dari berbagai filum, di antaranya filum Molusca seperti keong kepala kambing dan keong melo, filum Arthropoda seperti belangkas dan lobster mutiara, filum Coelenterata berupa karang-karangan seperti karang meja dan karang otak, serta filum Echinodermata seperti teripang dan bintang mengular.
Di lokasi pameran, turut ditampilkan awetan ikan buntal serta penyu yang menjadi daya tarik, terutama bagi pelajar dan masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat keanekaragaman hayati perairan. Menurut Vika, penggunaan spesimen awetan dimaksudkan agar struktur anatomi tetap dapat dipelajari. “Karena ini diawetkan jadi tidak merubah struktur (anatomi). Jadi teman-teman bisa belajar kalau misalkan bintang laut, landak laut, lobster, itu struktur tubuhnya seperti ini. Jadi untuk media pembelajaran,” tambahnya.
Rangkaian edukasi tersebut ditujukan untuk memberikan pengalaman visual sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai biodiversitas perairan serta pentingnya konservasi sumber daya hayati.
Keterlibatan PSDKU UB Kediri dalam Kediri Aquatic 2026 juga disebut sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penguatan potensi ekonomi masyarakat berbasis perikanan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyebarluasan ilmu pengetahuan kepada masyarakat, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui inovasi yang mendukung kehidupan sehat dan sejahtera melalui perikanan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
“PSDKU UB Kediri ingin berkontribusi untuk mendukung perikanan di Kediri. Baik akademisinya, dari hasil-hasil riset, juga melalui pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan perikanan,” pungkas Vika.