Wali Kota Ambon sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka, Bodewin M. Wattimena, membuka bimbingan teknis (bimtek) penggunaan aplikasi “Ayo Pramuka” di Balai Kota Ambon. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Pramuka Kota Ambon menuju transformasi digital.
Digitalisasi tersebut diarahkan untuk membenahi sistem pendataan anggota, termasuk Kartu Tanda Anggota (KTA), yang selama ini masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi secara nasional. Melalui pemanfaatan aplikasi, data keanggotaan diharapkan dapat tersaji secara real-time dan lebih transparan.
Dalam sambutannya, Bodewin menekankan bahwa pemanfaatan teknologi tidak sekadar mengikuti tren, melainkan dipandang sebagai upaya memperkuat pembinaan generasi muda. Ia juga menyebut digitalisasi sebagai salah satu bentuk perlindungan dari berbagai ancaman sosial, seperti narkoba dan seks bebas.
Bodewin menambahkan, sistem yang lebih tertata juga akan mempermudah proses pemberian tanda penghargaan bagi pembina yang telah lama mengabdi. Ia menegaskan pentingnya organisasi beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Organisasi yang tidak beradaptasi dengan teknologi akan tergilas zaman,” katanya di hadapan para pengurus kwartir.
Sementara itu, Sekretaris Kwarda Maluku, Saiful Almaskati, menyampaikan bahwa aplikasi “Ayo Pramuka” diharapkan dapat mengubah citra Pramuka dari sekadar identik dengan keterampilan “tali-temali” menjadi organisasi yang lebih melek literasi digital.
Menurut Saiful, inovasi ini juga diharapkan membantu memvalidasi klaim jumlah anggota Pramuka secara nasional yang disebut mencapai 25 juta orang. Selain itu, penerapan aplikasi diharapkan dapat memangkas birokrasi yang selama ini dinilai panjang dalam pengusulan Pramuka Garuda maupun penghargaan tanda jasa bagi anggota di Maluku.