JAKARTA — PT Jasa Marga menyediakan akses kamera pengawas (CCTV) di seluruh ruas tol Jasa Marga Group yang dapat dipantau melalui aplikasi Travoy. Fitur ini ditujukan untuk membantu pemudik memantau kondisi lalu lintas secara langsung saat perjalanan mudik Lebaran 2026.
Selain akses CCTV, Travoy juga dilengkapi fitur pencarian rute (route finder). Fitur tersebut membantu pengguna jalan menentukan jalur tercepat sekaligus memperkirakan waktu tempuh perjalanan.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, mengatakan aplikasi itu dirancang untuk memberikan informasi lalu lintas secara real time sehingga pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan lebih efektif.
“Pengguna jalan bisa menghitung waktu tempuh karena kondisi tol dapat dipantau langsung melalui CCTV,” kata Ria.
Menurut Ria, CCTV telah terpasang di sepanjang ruas tol Jasa Marga Group, bahkan tersedia setiap 500 meter untuk memastikan pemantauan yang optimal. Dengan dukungan tersebut, pemudik dapat mengetahui kondisi kepadatan lalu lintas sebelum memasuki ruas tol tertentu, sehingga dapat mengantisipasi potensi kemacetan pada arus mudik.
Ria juga menyebut route finder sebagai salah satu inovasi terbaru. Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat rute perjalanan lengkap beserta estimasi tarif tol yang perlu disiapkan.
“Fitur route finder membantu pengguna mengetahui gerbang tol yang akan dilalui dan biaya yang perlu disiapkan,” ujar Ria.
Jasa Marga mengimbau masyarakat untuk menghindari waktu-waktu favorit saat melakukan perjalanan mudik guna mengurangi kepadatan kendaraan di ruas tol. Ria menyampaikan, waktu favorit pemudik umumnya terjadi pada pagi hingga sore hari.
“Pengguna jalan biasanya berangkat pada pukul 06.00 hingga 16.00 WIB, sehingga kami imbau untuk menghindari waktu tersebut,” kata Ria.
Sementara itu, volume kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama dilaporkan meningkat signifikan pada periode H-10 hingga H-7 menjelang Lebaran. Dalam rentang tersebut, tercatat sebanyak 168 ribu kendaraan melintasi gerbang tol itu, meningkat dibandingkan kondisi normal maupun tahun sebelumnya.
Pada satu sif pengamatan di hari yang sama, jumlah kendaraan bahkan mencapai 23 ribu unit, atau lebih dari 100 persen di atas kondisi normal.