BERITA TERKINI
PLN Terapkan Skema Proteksi ADS dan Jaringan HSR untuk Menjaga Keandalan Listrik di Gardu Induk

PLN Terapkan Skema Proteksi ADS dan Jaringan HSR untuk Menjaga Keandalan Listrik di Gardu Induk

PT PLN (Persero) menerapkan teknologi Adaptive Defense Scheme (ADS) untuk meningkatkan keandalan sistem jaringan listrik dan memitigasi gangguan yang dapat memicu kedip maupun pemadaman. Untuk mendukung kerja ADS, PLN juga membangun jaringan komunikasi data antargardu induk berbasis protocol High-availability Seamless Redundancy (HSR), yang disebut sebagai penerapan pertama di Indonesia.

General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Munawwar Furqan, menjelaskan ADS bekerja dengan menyeimbangkan beban antara suplai pembangkitan dan beban di suatu wilayah secara otomatis. Menurutnya, teknologi tersebut membutuhkan sistem telekomunikasi yang andal, termasuk kemampuan perpindahan jaringan tanpa jeda ketika terjadi kegagalan komunikasi.

“Kami mengaktifkan skema ADS ini di Sub Sistem Kesugihan untuk mencegah terjadinya padam meluas. ADS butuh jaringan komunikasi independent, yang memiliki reliability dan availability tinggi seperti HSR,” kata Munawwar dalam keterangan di Jakarta, 21 November 2022.

Protocol HSR merupakan jaringan telekomunikasi ethernet redundant yang memungkinkan zero switchover time, sehingga komunikasi tidak terputus saat terjadi gangguan pada jalur komunikasi sistem proteksi ADS. Keandalan komunikasi dinilai penting bagi dispatcher untuk memantau kondisi sistem di gardu induk yang jumlahnya banyak dan tersebar.

PLN menyebut pengiriman data melalui jaringan komunikasi menjadi titik kritis dalam sistem proteksi. Untuk ADS, kebutuhan response time pengiriman data ditetapkan di bawah 10 milidetik secara point to point.

Munawwar mengibaratkan HSR sebagai sistem saraf dalam tubuh manusia yang menghubungkan peralatan agar menjadi satu kesatuan sistem proteksi ADS. Informasi dari peralatan akan tampil di dashboard dan dipantau dispatcher. Jika terjadi gangguan telekomunikasi, informasi terkait peralatan sistem proteksi ADS berpotensi tidak diterima.

PLN menilai kegagalan komunikasi dalam sistem proteksi dapat berdampak serius karena membuat penanganan gangguan operasi ketenagalistrikan lebih lambat dan berpotensi meluas, sehingga aktivitas masyarakat dapat terganggu. Di Sub Sistem Kesugihan, PLN memperkirakan potensi kehilangan pendapatan sekitar Rp1,2 miliar per jam apabila beban energi sebesar 840 MWH tidak tersalurkan ke konsumen.

PLN UIP2B Jamali menyatakan teknologi HSR mulai digunakan pada Maret 2021. Setelah pemasangan, PLN melakukan sejumlah pengujian yang menunjukkan komunikasi dengan HSR mencapai kecepatan 3 milidetik secara point to point.

“PLN adalah perusahaan yang adaptif. Guna menjaga keandalan sistem, PLN mengikuti perkembangan teknologi seperti contohnya mengimplementasikan teknologi telekomunikasi dengan protocol HSR untuk sistem ketenagalistrikan yang lebih Andal,” kata Munawwar.