Surabaya — PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menghadirkan program Diskon Mudik untuk pembelian BBM di seluruh SPBU Pertamina melalui aplikasi MyPertamina. Program ini disiapkan untuk momen tertentu, termasuk periode Hari Raya Idul Fitri.
Area Manager Comm, Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan promo tersebut berlaku khusus bagi pengguna Pertamax atau DEX pada 13 Maret hingga 31 Maret 2026. Diskon dapat digunakan mulai pukul 06.00 WIB hingga 20.00 WIB, dengan ketentuan maksimal dua kali transaksi per minggu untuk setiap pengguna aplikasi.
Besaran potongan bervariasi, mulai dari Rp300 per liter hingga Rp15.000 per liter. “Mudah-mudahan dengan dukungan promo ini, masyarakat yang bepergian juga lebih nyaman dan tertarik menggunakan layanan aplikasi MyPertamina,” kata Ahad di sela peninjauan di SPBU Rest Area 725 A Mojokerto, Kamis (19/3/2026).
Menurut Ahad, MyPertamina dapat digunakan sebagai akses pembayaran untuk berbagai kebutuhan. Selain pembelian BBM, aplikasi tersebut juga melayani transaksi lain seperti pembelian produk Play Store hingga tiket pesawat dengan sejumlah promo.
Untuk memanfaatkan layanan, masyarakat diminta mengunduh MyPertamina di ponsel, membuat akun, lalu menghubungkannya dengan pilihan dompet digital yang tersedia. Pertamina, kata Ahad, mendorong penggunaan transaksi nontunai untuk pembelian produk Pertamina sekaligus memudahkan layanan di rest area.
Ia menambahkan, transaksi non tunai juga ditujukan untuk mempersingkat waktu layanan di SPBU sehingga dapat mengurangi potensi antrean panjang. Menjelang puncak arus mudik per 18 Maret 2026, penggunaan MyPertamina tercatat meningkat, terutama untuk pembelian BBM nonsubsidi.
“Frekuensi bertambah dari normal, dan memang terutama untuk transaksi pembelian bahan bakar nonsubsidi. Frekuensi bisa meningkat sekitar 10 persen sampai 12 persen dari normal untuk penggunaan transaksi di SPBU,” ujar Ahad.
Dalam kesempatan yang sama, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan ketersediaan produk gasoline di wilayah Jatimbalinus sesuai proyeksi, mencakup Pertalite, Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. “Kita siapkan sesuai proyeksi yaitu bertambah sekitar 11,9 persen secara gabungan,” katanya.
Sementara untuk produk mesin diesel seperti Bio Solar, Pertamina DEX, dan Dexlite, Ahad menyebut proyeksi kebutuhan diperkirakan berkurang 9,8 persen sehingga tidak ada penambahan kuota. Namun, ia menegaskan stok produk gas oil telah disiapkan dan dinilai mencukupi proyeksi.
Ahad menjelaskan, kebutuhan BBM di SPBU rest area jalan tol saat puncak arus mudik dapat berbeda-beda, bergantung pada jarak tempuh kendaraan. Di titik yang mendekati Kota Surabaya, peningkatan disebut sekitar 3 persen hingga 5 persen. Adapun di SPBU pertengahan ruas Tol Trans Jawa, mulai dari Ngawi hingga pertengahan Jombang-Mojokerto, peningkatan berada di kisaran 6 persen hingga 7 persen.
Secara umum, peningkatan konsumsi disebut didominasi BBM nonsubsidi. Pertamina juga memantau situasi antrean tetap kondusif dan tidak ada informasi kelangkaan, termasuk di ruas non-tol. Ahad menyinggung kekhawatiran sebelumnya terkait kemacetan di Gilimanuk dan Ketapang, namun ia menyatakan setelah sandar di Ketapang tidak terjadi antrean yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menambah stok LPG 3 kilogram di wilayah Tapal Kuda sekitar 10 persen hingga 11 persen. Penambahan ini disebut untuk memastikan pasokan sekaligus menepis isu kelangkaan LPG 3 kilogram di sejumlah daerah.
Ahad menyebut Banyuwangi menjadi salah satu wilayah yang mendapat penambahan sekitar 11 persen, dengan pengiriman bertahap lebih dari 172.000 tabung. Menurutnya, peningkatan pencarian LPG biasanya terjadi menjelang hari raya saat masyarakat bersiap memasak dan membeli di pengecer.
Namun ia mengingatkan, berdasarkan peraturan kementerian, distribusi LPG 3 kilogram melalui pengecer hanya 10 persen. Karena itu, masyarakat diimbau membeli langsung di pangkalan resmi. “Karena memang jalur distribusi paling akhir untuk LPG itu ada di pangkalan, bukan di pengecer,” kata Ahad.
Pertamina juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo agar masyarakat menggunakan energi, baik BBM maupun LPG, secara bijak sesuai kebutuhan. Ahad meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan dan merencanakan pengisian BBM untuk perjalanan jarak jauh di titik-titik tertentu, mengingat layanan energi telah disiapkan di seluruh rest area agar tidak terjadi penumpukan di satu lokasi.