Memilih jurusan kuliah kerap membingungkan, terutama ketika nama bidangnya terdengar mirip. Pertanyaan yang cukup sering muncul di kalangan siswa SMA/SMK adalah perbedaan antara jurusan Sains Data dan Informatika.
Keduanya sama-sama berada dalam rumpun teknologi dan komputasi. Namun, fokus pembelajaran dan kompetensi yang dibangun memiliki perbedaan yang jelas. Secara umum, Informatika menitikberatkan pada pengembangan sistem dan perangkat lunak. Mahasiswa mempelajari perancangan aplikasi, pembangunan sistem informasi, pemahaman arsitektur komputer, hingga pengembangan berbagai solusi berbasis perangkat lunak.
Sementara itu, Sains Data berfokus pada pengolahan dan analisis data untuk menghasilkan insight yang dapat mendukung pengambilan keputusan. Jika Informatika berperan membangun sistemnya, Sains Data memanfaatkan data yang dihasilkan sistem tersebut untuk dianalisis lebih lanjut.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan artificial intelligence (AI), big data, dan transformasi digital turut mendorong meningkatnya kebutuhan analis dan ilmuwan data. Perusahaan tidak hanya membutuhkan aplikasi yang berjalan baik, tetapi juga kemampuan membaca pola data untuk membantu menentukan strategi bisnis.
Ketua Program Studi Sains Data Universitas Nusa Mandiri (UNM), Tati Mardiana, menjelaskan perbedaan utama kedua jurusan itu terletak pada orientasi penyelesaian masalah. “Informatika fokus pada bagaimana membangun sistem dan aplikasi, sedangkan Sains Data berfokus pada bagaimana menganalisis data yang dihasilkan untuk mendukung keputusan yang lebih tepat dan terukur,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Menurut dia, mahasiswa Sains Data dibekali kompetensi matematika, statistika, machine learning, visualisasi data, serta implementasi model analitik ke dalam sistem yang dapat digunakan industri. Pendekatan pembelajaran berbasis proyek juga disebut membuat mahasiswa terbiasa menghadapi persoalan nyata.
Meski berbeda fokus, Tati menilai kedua jurusan tetap saling melengkapi di dunia kerja. “Di sebuah perusahaan teknologi, lulusan Informatika bisa membangun sistem atau aplikasi, sementara lulusan Sains Data menganalisis data yang dihasilkan sistem tersebut untuk memberikan rekomendasi strategis,” katanya.
Ia menambahkan, siswa yang menyukai logika, analisis, dan tertarik memahami pola dari data dapat mempertimbangkan Sains Data. Adapun bagi yang lebih tertarik pada pengembangan aplikasi dan sistem perangkat lunak, Informatika dinilai lebih sesuai.
Dalam penjelasannya, Prodi Sains Data juga disebut menghadirkan kurikulum adaptif yang selaras dengan kebutuhan industri digital. Lulusan dipersiapkan untuk berkarier sebagai Data Analyst, Data Scientist, maupun Machine Learning Engineer di berbagai sektor.