BERITA TERKINI
Perantau Mengaku Dijual Kekasih Lewat Aplikasi Kencan, Berujung Eksploitasi Seksual

Perantau Mengaku Dijual Kekasih Lewat Aplikasi Kencan, Berujung Eksploitasi Seksual

Seorang perempuan berinisial S (nama samaran) mengungkap pengalaman pahitnya saat merantau ke kota besar. Niat awalnya untuk bekerja sebagai karyawan pabrik, menurut pengakuannya, justru berubah menjadi rangkaian eksploitasi seksual yang ia sebut sebagai “neraka” dalam hidupnya.

Dalam pengakuan kepada redaksi pada Jumat (17/4/2026), S menceritakan bahwa langkah pertamanya di perantauan tidak sesuai rencana. Ia sempat bekerja di lingkungan karaoke sebagai pemandu lagu. Dari situ, ia mengaku perlahan terdorong oleh tekanan ekonomi dan pengaruh lingkungan hingga masuk ke praktik prostitusi daring.

S mengatakan identitas aslinya kemudian tersamarkan melalui penggunaan nama samaran dan unggahan foto di aplikasi MiChat. Di platform tersebut, ia mengaku terlibat dalam praktik Open BO dan merasa dirinya diperlakukan sebagai komoditas.

Bagian paling memilukan, menurut S, adalah keterlibatan orang terdekatnya sendiri. Ia menuturkan bahwa kekasihnya diduga berperan sebagai pihak yang mengendalikan aktivitasnya, termasuk mengelola akun MiChat miliknya.

“Akun MiChat saya dipegang penuh olehnya. Dia yang membalas pesan, dia yang tawar-menawar harga, dan dia yang mengatur di mana saya harus bertemu,” kata S, seperti dituturkannya dalam pengakuan tersebut.

S menggambarkan relasi yang semula ia yakini sebagai hubungan asmara, berubah menjadi bentuk kontrol yang mengekang. Ia mengaku tidak hanya mengalami pemerasan secara finansial, tetapi juga tekanan mental akibat pengaturan ketat dan intimidasi yang terus-menerus.

Penderitaan itu, menurut S, berlanjut setiap kali ia selesai menemui pelanggan. Ia menyebut kerap mendapat interogasi dengan pertanyaan rinci mengenai aktivitas seksualnya, yang ia yakini dilakukan untuk memastikan keuntungan dan kepatuhan.

S juga mengaku mengalami kekerasan fisik ketika mencoba menolak atau ketika hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan keinginan sang kekasih. Ia menyebut lebam di tubuhnya kerap menjadi konsekuensi dari penolakan tersebut.

Kisah S menyoroti kerentanan perantau muda yang terjebak dalam eksploitasi, termasuk ketika pelaku diduga berasal dari lingkaran terdekat. S menyampaikan pengakuannya sebagai upaya agar pengalaman serupa tidak kembali terjadi pada orang lain.