BERITA TERKINI
Peran Sains Data dalam Mendorong Inovasi di Berbagai Sektor Masa Depan

Peran Sains Data dalam Mendorong Inovasi di Berbagai Sektor Masa Depan

Keilmuan sains data semakin menjadi aspek penting dalam pengembangan inovasi di berbagai bidang kehidupan modern, termasuk konsep smart city, smart society, smart economy, dan smart environment. Kebutuhan akan tenaga ahli data sains (data scientist) juga terus meningkat untuk mendukung terciptanya inovasi tersebut.

Dalam rangka membahas masa depan keilmuan sains data, Program Studi Sains Data, Jurusan Sains Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar seminar online bertajuk Data Science Perspective: The Past, The Present, and The Future pada Selasa, 20 Oktober 2020. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama, yaitu Koordinator Prodi Sains Data ITERA sekaligus Ketua ITERA International Office, Acep Purqon, Ph.D; Direktur Digital Business Ecosystem Research Center, Telkom University, Dr. Andry Alamsyah, M.Si; dan VP Corporate Communication PT. Dua Empat Tujuh, Bagus Rully Muttaqien, S.Si.

Seminar yang diikuti oleh 289 peserta ini dibuka oleh Sekretaris Jurusan Sains, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Ikah mengapresiasi penyelenggaraan kajian mendalam mengenai sains data dan berharap kegiatan ini dapat memperkaya pengetahuan peserta, khususnya mahasiswa ITERA.

Data Sains sebagai Kunci Inovasi Multisektoral

Acep Purqon, Ph.D, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta Penjaminan Mutu Pendidikan (LP3) ITERA, menuturkan bahwa sains data kini sangat dibutuhkan di hampir seluruh sektor. Berbagai bidang mengandalkan data saintifik untuk mendorong inovasi, seperti pengembangan smart city, smart society, smart economy, dan smart environment. Melalui Prodi Sains Data, ITERA berupaya menjawab kebutuhan tersebut sejalan dengan slogan kampusnya yaitu smart, friendly, and forest campus.

"Kami mengajak generasi muda untuk berani membangun startup sebagai bagian dari pengembangan ITERA sekaligus peluang bisnis ke depan," ujar Acep.

Menurutnya, para data scientist dapat berperan dalam pengembangan platform sistem pintar, menyediakan konektivitas untuk berbagai solusi layanan, melakukan big data analytics dalam pengembangan kota, city analytics untuk smart city, hingga membantu proses pengambilan keputusan pada perusahaan serta melakukan penelitian di bidang data sains.

Transformasi Dunia Kerja oleh Data Scientist

Dr. Andry Alamsyah, anggota Asosiasi Ilmuwan Data Indonesia, menjelaskan bahwa di masa depan akan banyak pekerjaan yang tergantikan oleh peran data scientist. Profesi seperti banker, investor, analis kebijakan, telekomunikasi, hingga marketing akan sangat terkait dengan pemanfaatan data.

"Kedepan akan memasuki era di mana data tersedia dalam jumlah besar dan dapat diakses dengan mudah. Dunia nyata saat ini banyak berkaitan dengan data," ujar Dr. Andry.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa data yang diperoleh dapat divisualisasikan sesuai kebutuhan untuk menggambarkan perilaku seseorang atau pola pasar. Misalnya, perusahaan dapat mengambil data profil pelanggan untuk menyesuaikan layanan dan produk agar lebih diminati. Promosi pun tidak lagi hanya dilakukan melalui media konvensional seperti billboard, tetapi juga lewat platform digital seperti YouTube dan Netflix.

Budaya Data Engineering dan Kompleksitasnya di Industri

Bagus Rully Muttaqien menjelaskan pentingnya budaya data engineering dan pemanfaatan sains data dalam industri saat ini. Ia menyebut data scientist sebagai "the sexiest (most dangerous) job in big data era" karena peranannya yang sangat strategis dalam bisnis modern.

"Dahulu bisnis bergantung pada sumber daya manusia, proses, dan teknologi. Kini data menjadi faktor pendorong utama bisnis. Semakin banyak data yang dimiliki dan dimanfaatkan, maka potensi bisnis akan semakin meningkat," ungkap Bagus.

Bagus juga memaparkan perjalanan data yang dimulai dari pengumpulan data (data collection), persiapan data (data preparation), eksplorasi data (data exploration), pemformatan data (data formatting), hingga penyajian data (data presentation). Ia menyayangkan jika fokus data scientist hanya pada pemodelan dan visualisasi data, karena tantangan terbesar justru terdapat pada data engineering.

Menurutnya, seorang data scientist idealnya menguasai tiga kemampuan utama, yaitu data engineering atau analisis data, statistik, dan business analytics.

Seminar ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang sains data, yang diharapkan dapat mendorong inovasi dan perkembangan teknologi di berbagai sektor di Indonesia.