SINGARAJA – Peran ibu dalam pengasuhan anak di era digital menjadi perhatian dalam kegiatan Rise Talks yang digelar di SMKN 1 Kubutambahan, Kamis (16/4/2026). Dalam forum tersebut, kualitas interaksi keluarga disorot, terutama risiko berkurangnya kedekatan emosional akibat penggunaan gadget.
Ketua Tim Penggerak PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menekankan bahwa tantangan pengasuhan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik anak, tetapi juga menyangkut kehadiran emosional orang tua di tengah maraknya distraksi digital.
“Ibu bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga harus hadir secara emosional. Ini yang sangat menentukan pembentukan karakter anak,” ujar Wardhany.
Ia menjelaskan peran ibu dalam keluarga bersifat kompleks, mulai dari pendidik utama, pengelola emosi keluarga, hingga penjaga kesehatan dan keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, peran tersebut menjadi kunci dalam membentuk kepercayaan diri anak dan kualitas generasi ke depan.
Namun, Wardhany mengingatkan perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol di lingkungan keluarga dinilai dapat mengurangi intensitas komunikasi antara orang tua dan anak.
“Jangan sampai interaksi dengan anak tergantikan oleh layar. Anak membutuhkan kehadiran nyata, bukan sekadar fisik tetapi juga perhatian,” tegasnya.
Ia menilai fenomena digital distraction perlu disikapi secara bijak agar tidak mengganggu pola pengasuhan. Orang tua diminta mampu mengatur penggunaan teknologi, baik bagi diri sendiri maupun anak.
Dalam forum itu, peserta juga diajak mengevaluasi kualitas kehadiran mereka di tengah keluarga. Kedekatan emosional disebut sebagai fondasi penting untuk menciptakan keluarga yang harmonis sekaligus mendukung tumbuh kembang anak. “Mulai dari hal sederhana, luangkan waktu yang berkualitas bersama anak. Komunikasi yang baik akan memperkuat hubungan dalam keluarga,” tambahnya.