Aturan penerimaan mahasiswa tahun ini berubah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Calon mahasiswa kini hanya diperbolehkan mendaftarkan maksimal 15 pilihan pada Sistem Pendukung Penerimaan Umum Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. Sementara itu, program-program tingkat perguruan tinggi lainnya (kecuali pendidikan anak usia dini) mengikuti ketentuan penerimaan perguruan tinggi. Khusus program pelatihan guru, calon mahasiswa diwajibkan menempatkan program tersebut di antara lima pilihan pertama.
Direktur Departemen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, Profesor Nguyen Tien Thao, menjelaskan bahwa pemantauan hasil penerimaan pada periode sebelumnya menunjukkan 35,1% mahasiswa diterima pada pilihan pertama. Angka penerimaan mencapai 98,5% pada pilihan kesepuluh. Adapun jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur tambahan tercatat lebih dari 1,0%.
Dalam Konferensi Pendidikan Tinggi 2025, sebagian besar universitas sempat mengusulkan pembatasan jumlah pilihan aplikasi menjadi 1–5 per kandidat. Namun, setelah analisis data serta pertimbangan agar kesempatan pendidikan tetap terjaga, para ahli menilai batas maksimal 15 pilihan masih wajar. Penyesuaian ini dinilai dapat membantu menghemat biaya bagi kandidat, memperpendek proses penerimaan, sekaligus mendorong calon mahasiswa melakukan riset lebih serius terhadap program studi—terutama untuk memastikan kesesuaian bidang dengan kemampuan dan kekuatan diri.
Untuk program pelatihan guru yang menerima pendanaan negara, penempatan pilihan pada urutan 1 hingga 5 dipandang penting agar kandidat lebih jelas menetapkan tujuan karier. Ketentuan ini juga disebut dapat mengurangi tekanan pada universitas penyelenggara pendidikan guru dalam menghitung kebutuhan kuota pendanaan negara dan memperkirakan penempatan kerja lulusan.
Wakil Kepala Departemen Manajemen Pelatihan Universitas Perdagangan Luar Negeri, Pham Thanh Ha, menilai pembatasan jumlah pilihan bukan untuk mempersulit calon mahasiswa, melainkan mendorong pendaftaran yang lebih strategis dan realistis. Dengan batas 15 pilihan, calon mahasiswa dinilai perlu meluangkan waktu untuk meneliti jurusan, universitas, nilai tahun-tahun sebelumnya, serta menilai kemampuan diri secara akurat, alih-alih mendaftar secara luas tanpa perhitungan seperti yang kerap terjadi sebelumnya.
Ha menyarankan calon mahasiswa membagi pilihan dalam kelompok yang jelas: pilihan yang sesuai kemampuan, pilihan aman, dan pilihan yang sejalan dengan cita-cita lebih tinggi. Ia juga mengingatkan agar kandidat memprioritaskan jurusan dan universitas yang benar-benar diminati, karena sistem penerimaan saat ini akan otomatis memilih opsi berperingkat tertinggi yang memenuhi syarat. Menurutnya, pembatasan jumlah pilihan tidak serta-merta mengurangi peluang, tetapi dapat membantu kandidat mengambil keputusan yang lebih matang.
Menjelang penerapan aturan baru untuk penerimaan mahasiswa pendidikan anak usia dini pada tingkat universitas dan perguruan tinggi pada 2026, Wakil Kepala Departemen Komunikasi dan Penerimaan Universitas Perdagangan, Nguyen Quang Trung, mendorong calon mahasiswa aktif mencari informasi sejak dini, tanpa menunggu hasil ujian keluar. Ia menyarankan pembagian pilihan menjadi tiga kelompok untuk meningkatkan peluang diterima.
Kelompok pertama berisi pilihan yang paling diinginkan, sekitar 2–5 kode penerimaan, yang mungkin memiliki nilai batas lebih tinggi daripada kemampuan kandidat saat ini, tetapi sesuai minat dan aspirasi karier. Kelompok kedua adalah pilihan aman, ketika nilai yang diperkirakan kandidat setara atau lebih tinggi dibanding nilai batas tahun-tahun sebelumnya. Kelompok ketiga disebut sangat aman, yakni ketika nilai yang diperkirakan kandidat sekitar 1,5–2,5 poin lebih tinggi dari nilai batas tahun-tahun sebelumnya, sehingga diharapkan menjamin setidaknya satu peluang diterima.
Menurut Trung, merujuk pada distribusi nilai dan nilai batas beberapa tahun terakhir dapat membantu kandidat menilai kemampuan secara lebih akurat. Dari sana, kandidat dapat memilih preferensi yang tepat dan menghindari pendaftaran ke terlalu banyak bidang tanpa pertimbangan matang. Ia menekankan bahwa setiap pilihan sebaiknya benar-benar sesuai kemampuan dan keinginan kandidat agar peluang diterima sekaligus ketepatan memilih jurusan meningkat.
Wakil Rektor Universitas Pendidikan (Universitas Nasional Vietnam, Hanoi), Profesor Madya Tran Thanh Nam, menilai pembatasan maksimal 15 pilihan mencerminkan arah penerimaan yang menekankan pendaftaran bertanggung jawab berdasarkan orientasi karier. Kebijakan ini, menurutnya, mendorong mahasiswa dan keluarga mengambil keputusan lebih tepat, mendukung upaya mengurangi pendaftaran tidak serius, serta menghemat sumber daya keluarga.
Nam menilai, ketika jumlah pilihan tidak dibatasi, sebagian kandidat dapat teralihkan dan menyusun pilihan secara kurang bertanggung jawab, bahkan mengajukan puluhan hingga 100 pilihan. Ia menyarankan calon mahasiswa menghindari mentalitas “mengisi semua 15 pilihan” semata-mata karena tersedia. Selain itu, orang tua dan calon mahasiswa diminta memantau informasi resmi rencana penerimaan tiap perguruan tinggi agar memahami ketentuan tiap jalur dan jurusan, sehingga dapat menghindari kesalahan teknis yang tidak diinginkan.