Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menyiapkan program penguatan jaringan internet di desa-desa terpencil melalui pemanfaatan teknologi satelit Starlink. Program ini direncanakan mulai berjalan pada 2026, menyasar wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses internet.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, mengatakan bantuan yang disiapkan berupa perangkat Starlink. Ia menyampaikan hal itu usai menghadiri kegiatan di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Minggu, 29 Maret 2026.
Rangga menjelaskan, perangkat Starlink nantinya akan ditempatkan di fasilitas publik yang mudah diakses masyarakat. Lokasi pemasangan tidak terbatas di kantor desa, tetapi dapat dipasang di fasilitas umum lain, seperti sekolah atau fasilitas publik lainnya yang dapat dimanfaatkan warga.
Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih agar manfaat jaringan internet dapat dirasakan lebih luas. Ia menilai tidak semua desa memiliki fasilitas pendidikan maupun kesehatan yang lengkap, sehingga pemerintah memberikan fleksibilitas dalam menentukan lokasi pemasangan. “Intinya ditempatkan di fasilitas publik yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Pemilihan lokasi pemasangan juga mempertimbangkan kondisi geografis Kalimantan Tengah yang luas. Banyak desa di pedalaman berjarak jauh dari pusat kota, sehingga membutuhkan solusi jaringan berbasis satelit.
Rangga berharap program ini dapat membantu masyarakat desa mengakses informasi, pendidikan, serta layanan digital. “Tujuannya agar masyarakat di daerah terpencil juga bisa merasakan akses internet yang lebih baik,” katanya.