Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengimbau orang tua agar lebih aktif mengawasi sekaligus membatasi durasi penggunaan internet anak selama libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Imbauan ini disampaikan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai langkah pencegahan terhadap dampak negatif dunia digital.
Pemkot menilai masa libur Lebaran membuat anak memiliki lebih banyak waktu luang, sehingga risiko terpapar konten yang tidak sesuai usia meningkat. Tanpa pengawasan yang memadai, penggunaan gawai dikhawatirkan memicu berbagai persoalan, mulai dari kecanduan hingga gangguan psikologis.
Kepala Dinas Kominfo Kota Bengkulu, Nurlla Dewi, mengatakan imbauan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap keamanan anak di ruang digital dan sejalan dengan regulasi nasional terkait perlindungan anak di dunia siber.
“Pengawasan orang tua menjadi kunci utama. Kami ingin memastikan anak-anak tetap aman saat mengakses internet, terutama dari ancaman seperti konten negatif, perundungan siber, hingga penggunaan gawai secara berlebihan,” ujar Nurlla.
Menurutnya, periode libur Lebaran kerap menjadi momen ketika kontrol terhadap aktivitas anak menurun. Kesibukan orang tua dalam kegiatan silaturahmi atau agenda keluarga lainnya sering kali membuat penggunaan gawai anak tidak terpantau, termasuk ketika anak menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar tanpa pendampingan.
Kominfo Bengkulu mendorong orang tua memantau jenis aplikasi maupun situs yang diakses anak. Selain itu, orang tua juga diimbau mengarahkan anak pada aktivitas positif selama libur Lebaran, seperti bermain di luar rumah, berolahraga, atau menjalin silaturahmi dengan keluarga.
Kominfo juga menekankan pentingnya membangun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. Dengan dialog dua arah, anak diharapkan lebih terbuka menceritakan pengalaman mereka di dunia digital sehingga orang tua dapat memberikan arahan yang tepat.
Imbauan ini disebut mendapat sambutan dari berbagai kalangan, termasuk praktisi pendidikan, yang menilai langkah tersebut relevan di tengah derasnya arus informasi digital. Sejumlah pengamat pendidikan juga menekankan bahwa pembatasan penggunaan internet bukan berarti melarang anak mengakses teknologi, melainkan mengedukasi agar internet digunakan secara sehat dan bertanggung jawab.
Pemkot Bengkulu berharap libur Lebaran tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan keluarga. Interaksi langsung antara orang tua dan anak dinilai lebih penting dibanding keterlibatan di dunia maya, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama melindungi anak di era digital.