Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, meluncurkan aplikasi SMaRTNaker sebagai upaya menghindari tumpang tindih penerima program pelatihan. Aplikasi ini dirancang untuk mendukung tata kelola ketenagakerjaan berbasis digital yang transparan dan terintegrasi.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan peluncuran SMaRTNaker merupakan implementasi visi Tabalong SMaRT (Sejahtera Mandiri Religius dan Terdepan). Menurutnya, pemerintah daerah ingin menghadirkan pengelolaan ketenagakerjaan yang modern, berbasis data, dan terukur.
Melalui aplikasi tersebut, data akan terhubung ke Command Center, termasuk data setiap desa di Kabupaten Tabalong per rumah tangga, data satuan kerja perangkat daerah (SKPD), hingga penyerapan anggaran. Noor Rifani menilai digitalisasi memungkinkan kebijakan dan program kerja dijalankan berbasis data secara real time sehingga pengambilan keputusan dapat lebih tepat.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabalong Hadi Ismanto menjelaskan SMaRTNaker dibuat untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keadilan dalam pelaksanaan pelatihan. Ia menyebut setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) dipastikan tidak mengikuti lebih dari satu pelatihan dengan sumber pendanaan yang sama, sehingga tumpang tindih program dapat dicegah.
Selain menyediakan sistem pendaftaran pelatihan berbasis digital yang dinilai transparan dan akuntabel, SMaRTNaker juga ditujukan untuk mewujudkan database tenaga kerja terampil yang terintegrasi dan terukur, terutama dari program pelatihan 15 ribu tenaga kerja. Data tersebut dapat ditelusuri berdasarkan jenis pelatihan, tahun pelaksanaan, sumber pendanaan, hingga status penempatan kerja.
Hadi mengatakan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam program pencetakan 15 ribu tenaga kerja terampil dapat memanfaatkan SMaRTNaker sebagai platform resmi pendaftaran dengan akun akses sesuai kewenangan masing-masing. Peserta juga disebut akan memperoleh kemudahan berupa CV otomatis yang terintegrasi dengan riwayat pelatihan dan sertifikasi untuk digunakan melamar pekerjaan.
Ia menambahkan aplikasi ini terintegrasi dengan Sistem Informasi Layanan Ketenagakerjaan (Silangkar) Tabalong dan Command Center Tabalong. Ke depan, sistem tersebut juga direncanakan terhubung dengan database BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Dalam peluncuran SMaRTNaker, pemerintah daerah turut melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan puluhan perusahaan mitra terkait program pemagangan.