BERITA TERKINI
Pemkab Sumedang Aktifkan Aplikasi Lebaran Real Time untuk Pantau Arus Mudik di Tol Cisumdawu

Pemkab Sumedang Aktifkan Aplikasi Lebaran Real Time untuk Pantau Arus Mudik di Tol Cisumdawu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, mengaktifkan aplikasi Lebaran Real Time (LRT) untuk memantau arus lalu lintas selama periode Lebaran 2026, terutama di ruas Tol Cisumdawu.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan aplikasi tersebut akan menjadi pusat informasi terpadu bagi pemudik yang melintasi wilayah Sumedang. Melalui aplikasi itu, masyarakat dapat melihat berbagai informasi mudik secara langsung, termasuk tayangan CCTV yang terintegrasi dengan jalan tol untuk mengetahui kondisi lalu lintas, apakah lancar atau terjadi kepadatan.

Menurut Dony, aplikasi LRT Sumedang rutin diaktifkan setiap musim mudik Lebaran guna memudahkan masyarakat memantau kondisi perjalanan. Informasi yang tersedia mencakup kondisi lalu lintas, titik kemacetan, hingga lokasi fasilitas layanan bagi pemudik di wilayah Sumedang.

Ia menjelaskan, melalui aplikasi tersebut pemudik dapat mengetahui lokasi pos kesehatan, pos keamanan, serta pusat kuliner. Seluruh informasi itu disediakan untuk membantu pemudik yang melintas di Sumedang merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Dony menambahkan, aplikasi LRT dapat diakses masyarakat melalui laman resmi Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Sementara itu, Direktur Utama CKJT Agustinus menyatakan pihaknya siap mendukung kelancaran arus mudik melalui pengelolaan operasional Tol Cisumdawu yang dilengkapi sistem pemantauan dan fasilitas pendukung. Ia menyebut sistem pengawasan melalui CCTV terus dimonitor dari pusat komando untuk memastikan kondisi jalan tetap aman dan lancar.

Agustinus juga mengimbau pengguna jalan agar berhati-hati saat berkendara, terutama saat hujan karena berpotensi menimbulkan aquaplaning akibat genangan air di permukaan jalan.

Selain itu, rest area di Tol Cisumdawu disiapkan secara fungsional selama periode mudik. Fasilitas yang tersedia meliputi toilet, mushala, layanan pengisian bahan bakar modular, serta kehadiran pelaku UMKM untuk melayani kebutuhan pemudik.