Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, menyediakan aplikasi “lapor MBG” sebagai upaya memperbaiki layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi masalah di lapangan.
Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan aplikasi tersebut disediakan agar masyarakat dapat menyampaikan keluhan pelaksanaan MBG secara langsung kepada pemerintah daerah dan Satuan Tugas (Satgas) MBG.
“Melalui program ini, kami ingin bekerja secara maksimal, sehingga dengan adanya aplikasi ‘lapor MBG’ ini, masyarakat bisa melaporkan secara langsung kepada pemkab, dan Satuan Tugas (Satgas) MBG,” kata Slamet Junaidi di Sampang, Sabtu.
Aplikasi “lapor MBG” dipublikasikan melalui situs resmi Pemkab Sampang pada laman https://sampangkab.go.id/lapor-mbg. Di dalamnya tersedia enam menu yang terhubung dengan Satgas MBG dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sampang.
Enam menu tersebut mencakup informasi tentang jumlah laporan, jumlah dapur, penerima manfaat, jumlah lembaga, serta laporan yang telah selesai ditangani.
Pemkab Sampang berharap masyarakat memanfaatkan aplikasi ini sesuai tujuan utamanya, yakni memperbaiki pelaksanaan program MBG.
Menurut bupati, MBG merupakan program unggulan pemerintah yang perlu didukung berbagai pihak. Selain ditujukan untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, program ini juga dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat, termasuk di Kabupaten Sampang.
Ia menyebut, melalui program tersebut warga Sampang telah banyak terserap sebagai tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hingga 18 April 2026, jumlah SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Sampang tercatat sebanyak 129 unit dari total 147 SPPG yang terdaftar. Adapun SPPG yang belum beroperasi disebut masih menunggu kelengkapan administrasi dan izin operasi.