Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, menyurati dan memanggil sebuah perusahaan perkebunan di Kecamatan Tadu Raya setelah pembuangan air dari kawasan perusahaan tersebut diduga memicu banjir di sejumlah desa sekitar.
Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan mengatakan, dampak pembuangan air itu telah menimbulkan kerusakan pada tanaman kelapa sawit milik warga. Ia menyebut banjir yang berulang juga menyebabkan kerugian ekonomi masyarakat, termasuk matinya ternak peliharaan.
Menurut bupati, desa-desa di Kecamatan Tadu Raya yang kerap terdampak banjir antara lain Desa Alue Siron, Alue Labu, Alue Bata, Cot Mee, Cot Mue, Gapagaru, dan Alue Seupeung, serta sejumlah desa lainnya.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut diketahui setelah dirinya bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Alue Siron yang melaporkan kondisi banjir di wilayah mereka. Berdasarkan laporan warga, genangan terjadi akibat pembuangan air dari sekitar lokasi perusahaan perkebunan.
Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, pemerintah daerah memanggil pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit agar turut berperan dalam penanganan banjir di Desa Alue Siron dan wilayah sekitar.
Teuku Raja Keumangan menegaskan pemerintah daerah mendukung investasi di Nagan Raya. Namun, ia mengingatkan kehadiran perusahaan diharapkan tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, melainkan juga membawa manfaat bagi masyarakat setempat.
Ia juga meminta para pelaku usaha perkebunan di daerah itu menjaga kelestarian lingkungan serta melakukan langkah-langkah pencegahan agar dampak pembuangan air tidak memicu bencana dan kerugian bagi warga di sekitar perusahaan.