MUARA TEWEH – Kesulitan akses internet 4G yang selama ini dirasakan warga di dua desa terpencil di Kabupaten Barito Utara disebut segera teratasi. Pemerintah kabupaten memastikan pembangunan GSM booster sebagai solusi untuk menghadirkan layanan data yang lebih stabil.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi) Kabupaten Barito Utara, Mochamad Ikhsan, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat terhadap akses internet 4G.
“Tujuan utama kami adalah menyediakan akses internet 4G bagi masyarakat. Bukan hanya untuk telepon, tetapi juga untuk kebutuhan data seperti belajar, bekerja, dan berusaha,” ujar Ikhsan, Minggu (29/3).
Pembangunan GSM booster tahap pertama telah dilakukan di dua desa yang masuk kategori blank spot sinyal 4G, yakni Desa Payangara di Kecamatan Gunung Timang dan Desa Luwe Hilir di Kecamatan Lahei Barat.
Ikhsan menjelaskan, tanpa perangkat booster, warga di kedua desa tersebut hampir tidak dapat menikmati layanan internet 4G dari operator seluler karena sinyal yang diterima terlalu lemah. Kondisi itu menyulitkan warga untuk mengirim gambar, mengakses video pembelajaran, maupun melakukan transaksi daring.
“Dengan GSM booster yang telah dibangun, sinyal 4G dari operator ditangkap, diperkuat, lalu disebarkan ke permukiman warga. Masyarakat bisa menikmati internet lebih stabil di rumah, kebun, maupun fasilitas umum desa,” katanya.
Program ini disebut menjadi salah satu unggulan dalam 100 hari kerja bupati, sekaligus upaya pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah pedesaan. Ikhsan menegaskan, pembangunan GSM booster akan diperluas secara bertahap agar akses internet 4G dapat dinikmati lebih merata di Barito Utara.