Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli berencana merapikan kabel listrik, telepon, hingga internet dengan menempatkannya di bawah tanah. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan keindahan atau estetika kawasan perkotaan serta jalur menuju sejumlah destinasi wisata di Bangli.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Bangli, I Nyoman Murdhita, mengatakan penataan tahap awal akan melibatkan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Indonesia (Apjatel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Fokus awalnya berada di wilayah perkotaan dan zona pariwisata.
Di sejumlah ruas jalan, kabel listrik, telepon, dan internet terlihat menjuntai dari pucuk tiang. Kabel-kabel tersebut tampak di antaranya dari Jalan Merdeka hingga sepanjang Jalan Brigjen Ngurah Rai menuju pertigaan Jalan Kesumayudha. Meski sebagian terlihat tidak terlalu semrawut, terdapat kabel PLN dan telepon yang melintang melintasi jalan di kawasan pertigaan Polres Bangli dan Alun-Alun Bangli.
Murdhita menyebut saat ini pihaknya masih melakukan kajian terkait penurunan kabel-kabel tersebut. Koordinasi juga dilakukan untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
Menurutnya, ada sejumlah titik yang masuk rencana penataan, termasuk di sepanjang Jalan Brigjen Ngurah Rai, Jalan Raya Penelokan di Kecamatan Kintamani, serta jalur di Kelurahan Kubu hingga wilayah Desa Penglipuran. Penataan berikutnya juga direncanakan menyasar area perkotaan Bangli, seperti Jalan Merdeka, Jalan Nusantara, dan Jalan Kesumayudha.
Pemkab Bangli akan mempertimbangkan penataan di wilayah lain apabila pemindahan kabel ini berjalan baik, dengan tetap bergantung pada hasil kajian teknis.
Namun, Murdhita belum menyampaikan kapan rencana tersebut akan dieksekusi. Ia memastikan penataan kabel tidak menggunakan APBD Bangli. Pembiayaan direncanakan bersumber dari asosiasi, dan para penyedia layanan disebut akan berbagi jalur kabel bawah tanah yang disiapkan.