BALIKPAPAN — Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengingatkan bahwa pendekatan keamanan nasional kini tidak lagi semata bertumpu pada kekuatan militer konvensional. Menurutnya, dinamika ancaman global telah bergeser ke ruang digital yang dapat memengaruhi persepsi publik.
Krido menilai perubahan lanskap konflik global membuat penyebaran informasi di dunia maya menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai bentuk perang global yang tidak lagi mengandalkan senjata dan kekuatan fisik semata.
“Dunia saat ini menghadapi perang global, bukan hanya perang senjata dan fisik, tetapi perang digital di dunia maya,” kata Krido saat halal bihalal dengan awak media, Jumat (27/3/2026).
Menurut Krido, perang digital dapat hadir melalui beragam bentuk, mulai dari konten visual hingga narasi yang dirancang untuk memengaruhi cara berpikir masyarakat. Ia menyebut generasi muda sebagai kelompok yang paling rentan terdampak oleh arus informasi yang tidak terkendali.
Ia mengingatkan derasnya informasi di ruang digital dapat membawa konsekuensi negatif apabila tidak disikapi secara kritis dan bijak. Karena itu, penguatan literasi informasi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi menyesatkan.
Dalam situasi tersebut, Krido menilai media memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas informasi yang beredar di ruang publik. Media, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai penyampai kabar, tetapi juga memikul tanggung jawab sosial dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun semangat kebersamaan, menjaga persatuan, dan memberikan inspirasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekuatan media massa—baik cetak, elektronik, maupun digital—tidak sekadar terletak pada kemampuan menyebarkan informasi secara luas. Media juga berperan dalam membentuk karakter bangsa serta menjaga stabilitas nasional melalui pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.
Karena itu, Pangdam VI/Mulawarman mengajak insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme dalam menjalankan fungsi jurnalistik. Ia berharap media dapat terus berperan aktif menangkal berbagai narasi negatif yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Krido juga menekankan pentingnya kerja sama yang konstruktif antara TNI dan kalangan media. Menurutnya, hubungan yang terjalin selama ini memberi energi positif bagi aparat dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara.
Ia menyatakan institusi TNI tetap terbuka terhadap masukan dari kalangan jurnalis dan berharap komunikasi yang terbangun dapat terus memperkuat hubungan antara aparat dan media.
“Sinergi dengan awak media menambah semangat kami dalam menjalankan tugas utama menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” tandasnya.