Aplikasi Nusuk menjadi salah satu layanan digital yang digunakan jemaah haji untuk membantu berbagai kebutuhan selama berada di Tanah Suci. Mulai dari pengaturan jadwal ibadah hingga akses layanan tertentu, aplikasi ini ditujukan untuk membuat pelaksanaan haji lebih teratur dan efisien. Bagi jemaah haji 2026, memahami cara memakai Nusuk sejak awal dinilai penting agar tidak mengalami kendala saat menjalankan ibadah.
Merujuk laman resmi Nusuk.sa, Nusuk merupakan platform resmi milik Kerajaan Arab Saudi untuk perencanaan dan pemesanan perjalanan ibadah. Aplikasi ini membantu jemaah dari berbagai negara mengatur kebutuhan haji dan umrah, seperti pengajuan e-Visa, pemesanan hotel, hingga penjadwalan kunjungan ke Raudhah.
Melalui sistem penjadwalan tersebut, pelaksanaan ibadah di Raudhah disebut berlangsung lebih tertib dibandingkan sebelumnya karena akses masuk diatur dengan kuota waktu yang terjadwal dan terkontrol. Disebutkan pula jumlah pengguna aplikasi Nusuk mencapai 51 juta orang, yang dinilai mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap layanan digital ini sekaligus menjadi bagian dari modernisasi layanan ibadah.
Cara membuat akun Nusuk
Aplikasi Nusuk dapat diunduh бесплатно melalui Play Store maupun App Store. Setelah terpasang, jemaah dapat mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengaktifkan akun:
1) Unduh aplikasi Nusuk di Play Store atau App Store pada ponsel.
2) Buka aplikasi, izinkan akses lokasi, lalu pilih menu New User.
3) Pilih kategori Visitor yang tersedia di bagian kanan atas.
4) Isi data diri, seperti nomor visa, paspor, kewarganegaraan, tanggal lahir, nomor telepon, email, serta buat kata sandi.
5) Lakukan aktivasi dengan menyetujui seluruh ketentuan, kemudian klik Register. Kode PIN 4 digit akan dikirim ke email untuk proses verifikasi.
6) Setelah akun dapat digunakan, setiap kali login sistem akan mengirimkan kode verifikasi baru ke email sebagai langkah keamanan.
Cara menggunakan Nusuk untuk masuk ke Raudhah
Setelah akun aktif, jemaah dapat melakukan pemesanan jadwal kunjungan. Jadwal dan area jemaah pria serta wanita dibedakan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1) Pilih menu Praying in the Noble Rawdah sesuai jenis kelamin.
2) Tentukan tanggal dan waktu kunjungan yang tersedia. Status ketersediaan umumnya ditandai warna hijau, kuning, atau merah.
3) Jika pemesanan berhasil, sistem akan menampilkan barcode resmi yang wajib ditunjukkan kepada petugas di pintu masuk Masjid Nabawi.
Alur masuk ke Raudhah menggunakan barcode Nusuk
Pada hari kunjungan, jemaah perlu mengikuti alur yang ditetapkan agar ibadah berjalan tertib:
1) Datang sesuai jadwal ke area Masjid Nabawi dan pastikan GPS aktif agar aplikasi dapat mendeteksi keberadaan jemaah.
2) Pindai barcode di gerbang otomatis yang tersedia.
3) Jemaah akan diarahkan ke ruang tunggu sesuai kelompok waktu kunjungan.
4) Waktu ibadah di Raudhah dibatasi sekitar 10–15 menit untuk salat dan berzikir. Setelah waktu habis, jemaah akan diarahkan keluar oleh petugas.
Selain itu, tersedia fitur Immmediate Path untuk mengecek ketersediaan jadwal mendadak setiap 20 menit bagi jemaah yang ingin berkunjung lebih dari satu kali.
Raudhah dan keutamaannya
Raudhah merupakan area di dalam Masjid Nabawi, Madinah, yang berada di antara rumah yang kini menjadi makam Rasulullah SAW dan mimbar yang digunakan untuk berdakwah. Luasnya disebut sekitar 330 meter persegi.
Dalam Kitab Al-Lul’lu’ wal Marjan, hadis pilihan yang disepakati Al-Bukhari dan Muslim karya Muhammad Fuad Abdul Baqi, disebutkan hadis riwayat Abdullah bin Zaid Al-Mazini bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tempat yang terletak di antara rumahku dan mimbarku adalah salah satu di antara taman-taman surga.”
Raudhah menjadi salah satu lokasi yang paling ramai didatangi jemaah umrah maupun haji untuk beribadah. Muslim disunahkan memperbanyak ibadah di Raudhah, seperti salat wajib maupun sunah, zikir, hingga iktikaf. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Satu salat di masjid saya (Masjid Nabawi) ini lebih baik daripada seribu salat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram.”
Raudhah kerap dipadati jemaah yang ingin beribadah di sana, termasuk karena keyakinan bahwa doa di Raudhah akan dikabulkan Allah SWT.