Program bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) pada 2026 masih disalurkan kepada masyarakat. Untuk mengetahui status pencairan bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), masyarakat dapat melakukan pengecekan secara berkala melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos, baik lewat situs web maupun aplikasi.
Pada 2026, kriteria penerima PKH dan BPNT menggunakan sistem desil yang sama. Jika sebelumnya penerima BPNT mencakup desil 1 sampai 5, kini bantuan hanya diberikan kepada masyarakat pada desil 1 hingga 4. Ketentuan ini juga berlaku untuk penerima PKH.
Waspada tautan palsu pendaftaran bansos
Masyarakat diimbau berhati-hati terhadap beredarnya tautan pendaftaran bansos, terutama selama Ramadan 2026. Berdasarkan informasi dari Komdigi, tautan yang mengklaim sebagai pendaftaran bansos tersebut dinyatakan tidak benar atau hoaks.
Tautan itu sempat beredar di Facebook dan mengatasnamakan pendaftaran bansos. Setelah ditelusuri, link tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kemensos, melainkan ke halaman yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP, nomor Telegram aktif, provinsi asal, dan jenis kelamin. Masyarakat diminta lebih waspada agar tidak menjadi korban penyalahgunaan data.
Besaran bantuan PKH dan BPNT 2026
Penerima PKH memperoleh bantuan sesuai kategori masing-masing. Sementara BPNT diberikan sebesar Rp 200.000 per bulan dan dicairkan setiap tiga bulan sekaligus.
Rincian bantuan PKH per kategori adalah sebagai berikut:
Ibu hamil: Rp 3.000.000 per tahun (Rp 750.000 per tahap)
Anak usia dini: Rp 3.000.000 per tahun (Rp 750.000 per tahap)
Siswa SD: Rp 900.000 per tahun (Rp 225.000 per tahap)
Siswa SMP: Rp 1.500.000 per tahun (Rp 375.000 per tahap)
Siswa SMA: Rp 2.000.000 per tahun (Rp 500.000 per tahap)
Penyandang disabilitas berat: Rp 2.400.000 per tahun (Rp 600.000 per tahap)
Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp 2.400.000 per tahun (Rp 600.000 per tahap)
Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10.800.000 per tahun (Rp 2.700.000 per tahap)
Jadwal penyaluran BPNT 2026
Penyaluran BPNT dilakukan setiap tiga bulan dalam empat tahap selama setahun, yaitu:
Tahap 1: Januari–Maret
Tahap 2: April–Juni
Tahap 3: Juli–September
Tahap 4: Oktober–Desember
Pemerintah tidak menetapkan tanggal pasti pencairan. Dana bantuan dapat diterima kapan saja dalam satu bulan, baik di awal maupun akhir bulan. Karena itu, penerima disarankan rutin memantau status pencairannya.
Cara cek status bansos melalui website
Pengecekan bansos dapat dilakukan melalui situs resmi Kemensos dengan langkah-langkah berikut:
1) Kunjungi situs cek bansos Kemensos.
2) Masukkan nomor NIK sesuai KTP.
3) Pastikan data yang dimasukkan benar.
4) Ketik kode captcha yang ditampilkan.
5) Klik tombol “CARI DATA”.
Sistem akan menampilkan hasil pencarian. Jika terdaftar sebagai penerima, akan muncul keterangan “YA”. Jika tidak, maka statusnya bukan penerima bantuan.
Cara cek bansos melalui aplikasi
Selain website, pengecekan juga bisa dilakukan lewat aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store dan App Store. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1) Buka aplikasi Cek Bansos.
2) Pilih menu “Buat Akun” untuk pengguna baru.
3) Isi data diri lengkap seperti nama, NIK, alamat, email, dan kata sandi.
4) Unggah foto KTP dan swafoto.
5) Klik “Buat Akun Baru”.
6) Lakukan verifikasi email jika diminta.
7) Setelah login, masuk ke menu “Profil”.
Di bagian profil, pengguna dapat melihat informasi jenis bantuan yang diterima, termasuk data anggota keluarga lain yang terdaftar dalam DTSEN seperti nama, usia, dan status penerimaan bantuan.
Dengan memanfaatkan kanal resmi, masyarakat dapat memantau status bansos sekaligus mengurangi risiko terjebak tautan palsu yang berpotensi menyalahgunakan data pribadi.