BERITA TERKINI
Pakar Keamanan Siber Ingatkan Risiko Internet Banking: Hindari Transaksi Besar saat Akhir Pekan

Pakar Keamanan Siber Ingatkan Risiko Internet Banking: Hindari Transaksi Besar saat Akhir Pekan

Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan internet banking. Ia menekankan pentingnya memilih waktu transaksi yang tepat serta memastikan sumber informasi yang diakses benar-benar resmi untuk mengurangi risiko menjadi korban kejahatan siber.

Menurut Alfons, pelaku kejahatan digital kerap melancarkan aksi pada akhir pekan (weekend) atau hari libur nasional. Ia menilai situasi itu dimanfaatkan karena operasional kantor bank cenderung terbatas, sehingga respons terhadap insiden dapat lebih lambat.

“Hati-hati bertransaksi besar pada saat weekend karena kejahatan digital umumnya dilakukan saat itu dan kantor bank tutup. Usahakan melakukan pembayaran pada hari kerja, di mana hari berikutnya juga bukan hari libur,” ujar Alfons, dikutip dari akun Instagram pribadinya @alfonstan, Senin (23/2/2025).

Selain soal waktu, Alfons juga menyoroti kerentanan yang muncul dari penggunaan mesin pencari. Ia mengimbau nasabah tidak langsung mempercayai hasil pencarian Google, termasuk tautan berlabel iklan yang muncul di posisi teratas.

Menurutnya, iklan dapat mengarahkan pengguna ke situs phishing atau situs palsu yang dibuat untuk mencuri data. “Pihak Google kelihatannya tidak terlalu peduli dengan hal itu, yang penting mereka mendapatkan uang dari iklan,” katanya.

Untuk pencegahan, Alfons menyarankan nasabah menyimpan alamat resmi internet banking di menu favorites pada peramban (browser). Ia juga mengingatkan pengguna memeriksa dan memastikan tidak ada add-on mencurigakan yang terpasang.

Dalam konteks penguatan sistem, Alfons menyinggung contoh VPNBCA yang disebutnya kini memperketat koneksi per akun atau token. Ia menilai langkah semacam itu menunjukkan bahwa pengamanan bersifat dinamis. “Perlindungan yang hari ini aman, tidak menjamin akan tetap aman besok atau bulan depan. Selalu waspada dan jangan pernah over-confidence dengan sistem keamanan,” ujarnya.

Alfons juga mengingatkan meningkatnya penipuan yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), baik melalui telepon maupun pesan singkat. Ia meminta nasabah tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku sebagai customer service (CS) atau pejabat bank, terutama bila meminta kode OTP atau instruksi tertentu.

“Jangan mudah percaya, apalagi jika meminta OTP Apply 1 atau lainnya. Jangankan kepala cabang, ‘Donald Trump’ sekali pun yang meminta, jangan diberikan. Itu bisa jadi AI,” kata Alfons.

Untuk perlindungan perangkat, ia turut menyarankan penggunaan antivirus yang memadai agar perangkat terhindar dari malware yang dapat mengalihkan akses internet banking ke situs berbahaya.