BERITA TERKINI
Oracle PHK 30.000 Karyawan lewat Email, Fokus Penghematan untuk Pengembangan Pusat Data AI

Oracle PHK 30.000 Karyawan lewat Email, Fokus Penghematan untuk Pengembangan Pusat Data AI

Oracle melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 30.000 karyawan secara global. Jumlah tersebut disebut setara dengan sekitar 19 persen dari total tenaga kerja perusahaan.

Informasi PHK disampaikan kepada karyawan melalui email yang dikirim pada Kamis, 2 April 2026. Dalam pesan itu, Oracle menyatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari “perubahan organisasi yang lebih luas.”

“Setelah mempertimbangkan kebutuhan bisnis Oracle saat ini, kami memutuskan untuk menghapus posisi Anda sebagai bagian dari perubahan organisasi yang lebih luas. Oleh karena itu, hari ini adalah hari kerja terakhir Anda,” demikian isi email tersebut, dikutip dari 9News.

Manajer Operasi Senior Oracle, Michael Shepherd, menegaskan PHK ini tidak berkaitan dengan kinerja individu karyawan. Ia menyebut banyak pekerja yang terdampak justru merupakan tenaga profesional berpengalaman yang telah memberikan kontribusi besar bagi perusahaan.

Shepherd juga menyampaikan dukungan kepada karyawan yang terdampak, seraya mengatakan bahwa peluang baru akan segera datang.

Setelah pengumuman tersebut, ratusan mantan karyawan Oracle membagikan kabar kepergian mereka melalui media sosial dan platform profesional seperti LinkedIn.

PHK ini disebut dilakukan untuk menghemat hingga 10 miliar dolar AS, yang selanjutnya akan digunakan untuk memperkuat pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

Oracle dikenal sebagai perusahaan teknologi penyedia sistem manajemen basis data. Sebelum PHK, Oracle memiliki sekitar 162.000 karyawan di seluruh dunia.