BERITA TERKINI
Oracle Dikabarkan PHK Ribuan Karyawan dan Tunda Rekrutmen, Perusahaan Akui Efisiensi lewat Otomatisasi AI

Oracle Dikabarkan PHK Ribuan Karyawan dan Tunda Rekrutmen, Perusahaan Akui Efisiensi lewat Otomatisasi AI

Oracle dikabarkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan di berbagai divisi. Selain itu, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut juga disebut menunda perekrutan karyawan baru (hiring freeze), terutama untuk divisi cloud.

Informasi ini mencuat melalui laporan terbaru Bloomberg. Dalam laporan tersebut, PHK dan penundaan rekrutmen disebut berkaitan dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dinilai mampu menggantikan sebagian tugas karyawan.

Langkah efisiensi ini juga dikaitkan dengan upaya menekan biaya operasional serta kondisi arus kas bebas (free cash flow) Oracle yang tertekan akibat kebutuhan pengembangan dan investasi AI. Pada kuartal terakhir, arus kas bebas Oracle tercatat minus sekitar 24,7 miliar dollar AS. Sejumlah analis memperkirakan kondisi arus kas negatif ini dapat berlangsung hingga sekitar 2030.

Laporan tersebut menyebut kebijakan PHK dan hiring freeze akan diterapkan dalam waktu dekat. Namun, belum ada kepastian apakah rencana yang berdampak pada karyawan dan calon karyawan tersebut sepenuhnya akurat atau tidak.

Meski demikian, dalam pernyataan terkait laporan keuangan kuartal ketiga (Q3, Desember–Februari) tahun fiskal 2026 (FY26), Oracle mengakui bahwa perusahaan kerap melakukan pengurangan karyawan seiring peningkatan efisiensi dari AI.

“Model AI untuk menghasilkan kode komputer kini telah menjadi sangat efisien, sehingga kami merestrukturisasi tim pengembangan produk menjadi kelompok yang lebih kecil, lebih lincah, dan lebih produktif,” tulis Oracle.

Oracle menambahkan, “Teknologi baru AI Code Generation ini memungkinkan kami membangun lebih banyak perangkat lunak dalam waktu yang lebih singkat dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit.”

Di sisi lain, kinerja bisnis Oracle pada Q3 FY26 tetap mencatat pertumbuhan. Dalam laporan kinerja yang dirilis Selasa (10/3/2026) waktu setempat di AS, Oracle membukukan pendapatan kuartalan 17,2 miliar dollar AS, naik sekitar 22 persen secara tahunan (year-on-year) dan melampaui ekspektasi analis.

Pendapatan dari bisnis cloud juga meningkat signifikan. Total pendapatan cloud, yang mencakup layanan infrastructure-as-a-service (IaaS) dan software-as-a-service (SaaS), mencapai 8,9 miliar dollar AS, tumbuh sekitar 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen cloud infrastructure (IaaS) menjadi salah satu pendorong utama dengan pendapatan 4,9 miliar dollar AS, melonjak sekitar 84 persen secara tahunan.

Seiring pertumbuhan tersebut, Oracle juga meningkatkan investasi untuk membangun infrastruktur AI, terutama pusat data. Perusahaan menargetkan belanja modal (capital expenditure) sekitar 50 miliar dollar AS pada tahun fiskal 2026, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Investasi itu ditujukan untuk memenuhi permintaan komputasi cloud yang terus meningkat, khususnya untuk pelatihan (training) dan penggunaan (inferencing) model AI. Oracle menyebut permintaan kapasitas cloud untuk AI saat ini tumbuh lebih cepat dibandingkan ketersediaan infrastrukturnya.