BERITA TERKINI
OpenAI Umumkan Penghentian Sora, Layanan Pembuatan Video AI dan Akses API Akan Ditutup

OpenAI Umumkan Penghentian Sora, Layanan Pembuatan Video AI dan Akses API Akan Ditutup

OpenAI mengumumkan akan menghentikan Sora, model generatif video yang sebelumnya diproyeksikan menjadi terobosan besar dalam pembuatan konten visual. Pengumuman tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi di platform X pada Selasa sore, dan dikutip Engadget pada Rabu (25/3/2026).

Dalam pernyataannya, OpenAI memastikan aplikasi konsumen serta akses API (Application Programming Interface) untuk Sora akan segera dihentikan. Meski demikian, perusahaan belum merinci jadwal pasti kapan layanan itu akan benar-benar offline. OpenAI menyatakan akan merilis detail transisi bagi para pengembang dalam waktu dekat.

Menurut keterangan juru bicara OpenAI kepada Engadget, keputusan menutup Sora berkaitan dengan perubahan fokus riset perusahaan. OpenAI disebut mengalihkan perhatian dari pembuatan konten hiburan ke penelitian simulasi dunia (world simulation). Fokus baru ini bertujuan melatih sistem AI agar memahami hukum fisika dunia nyata, yang dinilai penting untuk pengembangan robotika canggih yang dapat membantu manusia menjalankan tugas fisik kompleks.

Selain alasan riset, OpenAI juga menyinggung pertimbangan efisiensi komputasi. Di tengah meningkatnya kebutuhan daya komputasi untuk model bahasa besar, perusahaan memilih mengalokasikan sumber daya server yang terbatas ke proyek yang dianggap memiliki utilitas lebih tinggi di dunia nyata.

Dari sisi penggunaan, data perusahaan analitik Appfigures menunjukkan minat terhadap Sora menurun sejak awal 2026. Appfigures mencatat, pada Desember 2025—periode ketika aplikasi produktivitas umumnya mengalami kenaikan—Sora justru mengalami penurunan unduhan sebesar 32% dibanding bulan sebelumnya. Rendahnya retensi pengguna disebut terkait biaya langganan yang mahal serta hasil video yang terkadang masih mengalami glitch fisik, sehingga sebagian pengguna profesional mulai meninggalkan platform tersebut.

Langkah penghentian Sora juga terjadi di tengah persaingan OpenAI dengan Google Gemini 3 Pro. Setelah perilisan GPT-5.2, OpenAI disebut berada dalam mode “kode merah” untuk menegaskan posisinya sebagai pemimpin di sektor korporasi. Dalam konteks ini, perusahaan dikabarkan memprioritaskan pengembangan fitur untuk pemrogram dan analis data yang bersedia membayar lebih untuk kemampuan penalaran (reasoning) yang lebih unggul.

Dampak keputusan ini juga dikaitkan dengan dinamika finansial. The Hollywood Reporter melaporkan bahwa Disney membatalkan investasi senilai US$1 miliar. Perusahaan hiburan tersebut disebut menarik diri setelah melihat arah OpenAI yang tidak lagi berfokus pada alat bantu produksi film (production tools).

Penutupan Sora menjadi penanda bahwa inovasi yang menarik secara visual tidak selalu sejalan dengan keberlanjutan bisnis. Bagi kreator yang selama ini mengandalkan Sora, pengumuman ini berarti perlu mencari alternatif lain atau kembali menggunakan metode produksi yang lebih konvensional, sementara OpenAI melanjutkan fokusnya pada riset yang menargetkan kemampuan AI berinteraksi secara fisik dengan dunia nyata.